Thank You

Thank You For Your Visit ^_^

Senin, 19 Agustus 2013

Ketika Cita Memilih Cinta (sekelumit sajak)

Cita yang kian berlari mengejar bintang saat langit masih pekat
Langkah- langkah kecil hingga bintang ia dapat

Cinta yang menghembus lewat pusaran angin yang merapat disela jendela mata jiwa
Menyapu.. tersipu dalam buaian air mata bunda

Cita dan Cinta
Cinta dan Cita
Cita
Cinta
Cinta
Cita

bergemuruh....bergerombol....berarak mengantarkan hingga di ujung langit

lalu...

Cita memilih Cinta

dan hingga akhirnya....

Cintanya begitu terang......menyinari kebekuan Cita....

Pada akhirnya Sang Pencipta bertitah tentang Cita dan Cinta

Cita pun memilih Cinta



Sabtu, 25 Mei 2013

It's My Way, Hidupku Indah Part 3 "Aku ingin tahu...biarkanlah aku tahu"


"Aku ingin tahu...biarkanlah aku tahu"

Masa SD

Sejak kecil memang rasa ingin tahuku sangat, tinggi, kritis, banyak mengajukan pertanyaan bahkan sering dibilang cerewet bawel dan sebagainya. Ketika aku bertanya tentang sesuatu biasanya tidak puas dengan jawaban dan kembali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang detail, sejak TK hingga SD jarang dianter jemput orang tua, hampir setap hari anak sekecilil itu berangkat dan pulang sekolah sendiri dengan berjalan kaki , sudah dibiasakan hidup mandiri sejak kecil sejak SD kelas satu aku sudah mandiri (mandi sendiri) memakai baju dan buku sendiri, berangkat ke sekolah pagi-pagi berjalan kaki ke sekolah karena jaraknya tidak jauh dari rumah, hanya sekitar 500 meter.  Dulu hobi sekali manjat pohon bahkan sering tidur siang diatas pohon, atau bila lagi dimarahi ibu aku sering kabur dan sembunyi di atas pohon, sering berkhayal dulu, saat kecil dulu aku pernah bercita-cita jadi ilmuan tetapi tak seorangpun tahu akan hal itu hingga tulisan ini dibuat, aku orang yang tidak suka menjadi seseorang sama dengan kebanyakan orang, selalu berusaha untuk membuat sesuatu hal berbeda dari kebanyak orang (kreativitasnya tinggi) akan tetapi bakat-bakat yang ku miliki dulu sayang tak dapat dikembangkan dengan baik karena aku oranganya agak pemalu, dulu karena terlalu kritis dalam bertanya dan sering mengajukan pertanyaan yang beruntun yang sulit dijawab aku jadi sering dimarahi baik disekolah maupun di rumah (namanya juga anak kecil rasa ingin tahunya sangat tinggi), ingat dulu (jaman kurikulum pendidikan “diam” itu emas) aku sering ditegur oleh guruku gara-gara mengajak diskusi teman sebangku seputar pelajaran yang diajarkan, sering juga dilempari kapur gara-gara dianggap “mengganggu” , hal yang paling membuat trauma hingga sekarang adalah KEBENCIANKU PADA PELAJARAN MATEMATIKA, kenapa? Dulu pernah di beri PR tentang pembagian atau bilangan pecahan atau apa aku lupa, aku mengerjakan soal itu menggunakan caraku sendiri karena menurutku cara yang diajarkan guruku itu terlalu bertele-tele dan ribet, saat besoknya dikoreksi jawaban ku benar, tetapi aturan main saat itu walaupun jawabannya benar tapi kalau caranya “salah” (tidak sama dengan yang diajarkan) maka dinilai salah, aku sudah berusaha memprotes guruku tapi keputusan tetap sesuai aturan tanpa melihat dari mana proses berpikirku menggunakan cara itu akhirnya aku mendapat nilai 2 atau 3 gitu padahal anak paling bodoh dikelasku saja dapat nilai 6, karena dapet nilai terjelek teman-teman mengejekku, dan sesampai di rumah juga diejek kakak-kakak ku (mereka memang pada rangking 1 kelas) , belum lagi kena marah bapak ibu, sejak saat itu aku sangat benci dengan matematika, dulu aku orang yang mudah bosan sering bolos atau kabur dari TPQ, bahkan aku keluar dari TPQ waktu masih jilid 4, sering dimarahi ibu gara-gara ngak mau ngaji, lalu melanjutkan ke 2 mushola dekat rumah tapi ujung-ujungnya sama, baru ngaji beberapa bulan bosen keluar, ibuku hanya geleng-geleng kepala dan banyak beristigfar, punya anak cewek cuma satu disuruh ngaji susahnya, belum lagi susah kalau disuruh sholat hingga kelas 6 SD aku masih jarang sholat, astagfirullah catatan kelam masa lalu, bandel banget.

Kamis, 14 Maret 2013

Jodoh, siapa yang tahu?

Semarang, 14 Maret 2013

Bismillahiromanirrohim..
sepertinya judul dan tulisan ini membuat sebagian orang jadi penasaran untuk membacanya :) terutama bagi mereka yang sedang dalam masa penantian. ^_^v

Siapa jodohku?

Siapa yang tahu? Wallahu A'lam..Allahlah yang Maha Mengetahui..

Ada banyak kisah unik tentang pertemuan dengan si jodoh misalnya kisah seorang ibu yang waktu itu duduk bersebelahan dengan saya ketika naik bus Solo-Semarang. 3 jam-an  waktu bersama adalah waktu yang sayang kalau hanya digunakan untuk tidur. kamipun bercerita satu sama lain. beliau adalah seorang bidan yang sebentar lagi akan pensiun. karena kami sama-sama orang kesehatan, obrolan kamipun sangat cocok satu sama lain, banyak sekali cerita hidup yang ia bagi kepada saya, tentang pengalaman kerjanya, cerita tentang anaknya, tentang bagaimana ia mencapai apa yang ia cita-citakan, juga cerita tentang pertemuannya dengan suaminya saat ini.

Jodoh, siapa yang tahu?

Ibu bidan bercerita dulu beliau adalah seseorang yang gigih dalam memperjuangkan cita-cita, ketika jaman itu gadis-gadis di desa lulusan SMP SMA sudah dinikahkan oleh orang tuanya,beliau menentang "budaya" masyarakat saat itu,beliau berprinsip bahwa setelah lulus SMA beliau ingin melanjutkan sekolah , bekerja dulu baru menikah. beliau bercerita bahwa jaman itu anak gadis lulus SMA kalau belum menikah sudah disebut-sebut perawan tua, tetapi hal itu tidak mampu menggoyahkannya untuk tetap melanjutkan sekolah, dan ia juga memutuskan untuk tidak berpacaran, mau fokus sekolah dulu katanya. "lalu dulu ceritanya bertemu dengan bapak bagaimana bu?"tanyaku. "ngak tau juga saya mbak,saya juga ngak nyangka, jadi kami bertemu itu gara-gara ban bocor". "ban bocor?, gimana ceritanya bu?".  "iya....jadi dulu ban motornya bapak itu bocor di deket rumah saya, terus karena saya liatnya kasihan jadi saya bantu, saya ajak istirahat dulu di rumah saya, ya udah to mbak saya juga biasa aja, hanya niat menolong, eh  ngak taunya...setelah lama ngak ketemu, saat itu kan saya udah kerja di jawa timur, bapak juga sudah kerja di jawa barat, suatu hari bapak itu datang  ke rumah dan bilang mau melamar saya, lha sayakan kaget lah mbak..kok bisa...saya heran mbak,padahal saat itu bapak udah punya calon, tapi sudah diputusin, lalu datang ke rumah untuk melamar saya, saya sudah tolak mbak, karena saya juga wanita, ngak mau menyakiti hati wanita lain, saya juga belum kenal , saya bukan siapa-siapa, jadi waktu itu saya suruh bapak kembali ke calonnya sebelumnya, eh tapi bapak tetep ngeyel, dan bersikeras untuk tetap menikah dengan saya, dia maunya hanya nikah dengan saya. setelah eyel-eyelan ya sudah akhirnya saya terima bapak, walau perasaan saya masih tetap ngak enak sama calon bapak sebelumnya,saya sama sekali tidak bermaksud merebut calon orang, tidak mbak, tapi ya entahlah...jodoh siapa yang tahu, banyak juga kan mbak orang yang bertahun-tahun pacaran kayaknya kok udah cocok udah mau jadi gitu, tapi tau-tau ngak jadi, malah jadinya sama orang yang baru ketemu beberapa hari aja, ya mungkin gitulah mbak, tetapi setelah menikah suami saya tidak mengijinkan saya untuk buka praktik mbak, saya bekerja di puskesmas tetapi tidak buka praktik di rumah, suami saya menginginkan saya punya banyak waktu untuk keluarga di rumah, ya sudah..yang penting saya masih diijinkan untuk bekerja walaupun dibatasi, ya sudah mbak jika itu memang ridhonya suami, ya walaupun penghasilan suami yang bekerja di BUMN tidak banyak tapi selama ini sudah mencukupi ". hmm subhanallah...kisah pertemuan yang unik, "gara-gara ban bocor"

Jodoh siapa yang tahu?
Kisah pertemuan yang ini benar-benar langka, saudara saya seorang arkeolog di jogja, suatu ketika karena ada laporan seorang warga magelang yang mencurigai bahwa batu temuannya di kebun salaknya adalah benda peninggalan sejarah, lalu saudara saya beserta tim mendatangi lokasi, setelah digali sana sini dalam waktu yang cukup lama, akhirnya terkuaklah sebuah bangunan candi yang kini diberi nama candi losari, tidak hanya menemukan candi di sana , ia juga akhirnya menemukan jodohnya di tempat itu, dia adalah putri dari bapak yang punya kebun salak tadi,dan akhirnya merekapun menikah. subhanallah...kisah cinta arkeolog gara-gara menemukan candi, "ketemu candi, ketemu jodoh".

Jodoh siapa yang tau?
Seseorang yang sangat ku kenal (tidak perlu disebutkan namanya) ^_^v
ia bercerita bahwa calonnya saat ini dulu adalah orang yang sangat dibenci, mereka satu kampus, satu kelas, dan sering sekali ribut, olok-olokan, eyel-eyelan, pokonya ngak pernah bisa akur. musuh besar!, hari-hari mereka selalu dipenuhi dengan keributan. tapi apa yang terjadi? takdirnya berbalik 180 derajat. kini mereka sebentar lagi akan menikah. kok bisa ya? itulah takdir... hati-hati dengan benci karna bisa jadi BENCI itu adalah "BENar-benar CInta". baiknya adalah cintailah seseorang itu secukupnya saja karna cinta kita yang terbesar adalah cinta kepada Allah SWT, dan bencilah seseorang itu secukupnya saja , karena benci yang terbaik adalah benci pada hal-hal yang dibenci oleh yang kita cintai (Allah SWT), senantiasa menjauhkan diri dari apa-apa yang dilarang-Nya dan senantiasa mendekati apa-apa yang dicintai oleh-Nya.

Jodoh, siapa yang tahu?
Kisah berikutnya adalah kisah kakak angkatan saya, tiada ada yang menduga, bahkan ketika undangan pernikahannya itu tersebar membuat orang-orang kaget. "lho...kalian berdua menikah??". kisah witing tresno jalaran soko kulino (maksudnya kurang lebih :cinta datang karena terbiasa, terbiasa ketemu). Keduanya sama-sama aktivis kampus, dan keduanya mengajar di TPQ yang ada di sekitar kampus, tidak ada hubungan spesial selama ini, biasa saja, tidak ada interaksi yang mencolok, entah bagaimana kisah detailnya, intinya mas nya itu langsung datang ke rumah si mbak dan langsung melamar, dan dalam waktu yang singkat undangan pernikahanpun tersebar, jodoh karena "witing tresno jalaran soko kulino", seringnya terjadi jodoh itu sebenarnya ada disekitar kita tidak jauh dari kehidupan sehari-hari, hanya kita saja yang "belum" diberitahu. ada yang dengan teman sekolah, teman sekantor, teman organisasi, tetangga sebelah atau istilah kerennya "PEKNGGO" ngepek tonggo=ngambil tetangga (tetangga yang belum menikah tentu nya) , atau yang masih saudara jauh (saudara yang sudah tidak masuk hitungan mahram).

Di jaman ini memang ada beraneka ragam jalur menuju pernikahan, ada yang menggunakan jalur pacaran dulu ada yang tidak berpacaran atau istilah kerennya "ta'aruf" si pria langsung datang ke rumah si wanita, dengan niat serius ingin kenal dan ingin melamar, perkenalannya pun didampingi orang lain ngak face to face berduaan saja, atau versi lain menggunakan tukar menukar biodata diri, dan ada lagi dengan metode perjodohan baik di jodohkan orang tua atau guru ngaji, dan berbagai cara lainnya. Namun yang terpenting adalah pada prinsipnya setiap kita, setiap manusia sebelum ia dilahirkan didunia ini sudah membuat perjanjian dengan Allah, tentang masa hidupnya, tentang rejekinya, dan jodohnya. setiap manusia yang lahir sudah ditetapkan siapa jodohnya, hanya saja setelah terlahir di bumi ia tidak tahu siapa. setiap kita juga punya garis kehidupan atau takdirnya masing-masing. Tugas kita adalah berusaha sebaik-baiknya dan bersabar untuk menunggu  "waktu yang telah dijanjikan" , waktu yang telah ditetapkan oleh-Nya untuk bertemu dengan jodoh kita dan juga waktu kematian yang telah ditetapkan oleh-Nya.

Pesan pentingnya adalah bila takdir kehidupan kita telah ditetapkan dan tertulis dalam lauh mahfuz, maka tugas kita adalah senantiasa bersabar menunggu waktu yang dijanjikan dengan menyempurnakan ikhtiar. berusaha terus memperbaiki diri dan bila saatnya telah tiba jemputlah "ia" atau ambillah "ia" dengan cara yang TERBAIK, cara yang mulia, cara yang berkah lagi diridhoi oleh-Nya agar memperoleh kehidupan berumah tangga yang berkah. jodoh sudah terpilih, tugas kita adalah tinggal memilih cara terbaik dalam menjemput jodoh ,cara itu adalah cara-cara yang sesuai dengan syariat Islam (bagi yang muslim) karena menikah bukan sekedar "mencukupi kebutuhan biopsikologis" tapi bagian dari menyempurnakan agama dan bagian dari sunnah, menikah adalah ibadah, maka beribadahlah dengan cara-cara yang sesuai syariat, agar ibadah itu dihitung menjadi kebaikan dan pahala di akhirat, lebih indah lagi bila ia bukan sekedar jodoh di dunia saja tetapi juga menjadi jodoh kita hingga di akhirat kelak. amin

Wallahu A'lam..Allahlah yang Maha Mengetahui..

Sabtu, 12 Januari 2013

It's My Way, Hidupku Indah Part 2 "Ibu aku ingin sekolah....!"

12-01-2013
bismillah melanjutkan cerita sebelumnya (http://indahksunflower.blogspot.com/2012/12/its-my-way-hidupku-indah-part-1.html)
 "Ibu aku ingin sekolah....!"
aku balita

yang aku ingat, dulu ketika ibu saya tugas mengajar sering di titipkan ke mbah atau mbak gin yang membantu mengasuh saya. ketika kecil dulu saya termasuk anak yang cengeng, dan sulit untuk lepas dari ibu terutama, sering nangis kalau di tinggal ibu pergi ke pasar atau ngajar.

cerita nutrisi,

kata ibuku dulu aku minum ASI sampai 2 tahun lebih, katanya dulu lumayan susah menyapihku. aku sering nangis kalau ngak dikasih ASI dan sulit kalau disuruh beralih ke minuman lain.saya masih ingat hampir setiap hari ibu, mbak atau mbah menyuapi ku  buah pisang atau pepaya sebagai MPA (makanan pendamping ASI) mungkin karena itu lah sampai saat ini merasa "bosan" dengan buah-buahan jenis itu..hehehe. padahal belakangan yang saya tau kedua buah itu punya manfaat yang banyak, terutama pisang yang kaya vitamin, mineral, dan juga baik untuk nutrisi otak dan baik bagi pencernaan.

ada satu hal yang unik, yaitu saya senang menantikan bulan Agustus, kenapa? bukan karena ulang tahun saya lho..tapi di bulan itu dibagikan suplemen vitamin A dari puskesmas...hehehe dulu aku senang sekali sama vitamin pemberian pemerintah itu. entahlah ....dulu ibu saya berhasil menanamkan sugesti dalam pikiran saya kalau vitamin itu "enak", suatu ketika ibu pulang ke rumah dan bilang kepada saya kurang lebih begini "nduk...sini ibu punya hadiah lho buatmu...". sebagai anak kecil siapa sih yangg ngak suka dikasih hadiah..apalagi dulu aku termasuk orang yang rasa ingin tahunya tinggi. " apa..apa..apa....mau....bu ..mau...". "nih ibu bawain vitamin..". "vitamin itu apa bu? permen? enak ngak bu?","yo pokok e enaklah...manis....biar sehat", "aku..mau....".

jaman itu belum begitu nge-Trend mie instan, ibu saya yang harus mengajar pagi sering sekali menyiapkan makanan berupa telur ceplok/dadar/rebus, atau ikan asin goreng, atau tempe goreng...hmm...menu rutin tiap pagi. Tempe goreng sampai saat ini masih menjadi pangan favoritku tidak hanya enak,dan bermanfaat, tetapi juga murah meriah.

cerita awal sekolah,
karena aku dan mas opik beda umurnya cuma setahunan, aku sering iri-irian dengan dia, hmm...biasalah anak kecil..hehe. seperti halnya ketika dia mulai sekolah TK saat itu kurang lebih umurnya dia 5 tahunan sedangkan saya masih 4 tahun. ketika tahu mas opik akan masuk sekolah TK kecil akupun merengek-rengek, menangis bahkan sampai jerit-jerit minta disekolahkan juga. "mas agus sekolah, mas opik sekolah kok aku ngak sekolah sendiri..aku juga mau sekolah bu...." jeritku sambil menangis. ibu dan bapakku kebinggungan menjelaskan kepadaku, "nduk kamu kan masih kecil, belum boleh sekolah, sabar ya...tahun depan baru boleh sekolah ya...". Setelah dibujuk lama akhirnya terdiam juga, dan menyetujui "pokoknya tahun depan aku sekolah!". tapi cerita ketidak terimaanku masih berlanjut ketika mas-masku di belikan botol minuman untuk bekal sekolah sedangkan aku tidak, lalu aku menangis lagi dan akhirnya dibelikan juga. tidak berhenti saat itu saja, kisah berlanjut ketika suatu pagi ibu dan bapak sedang repot menyiapkan mas-masku yang akan berangkat ke sekolah, melihat mereka yang menggunakan seragam sekolah aku jadi pengen juga lalu menangis dan kembali menjerit "bu...pak..aku ingin sekolah juga.....". hmm...sulit bagi anak usia 4 tahun untuk diberi pemahaman bahwa "sekolah ada waktunya".

saat itu aku melihat nampaknya sekolah itu menyenangkan ya...suatu tempat dimana kita bisa mengetahui apa-apa yang "misterius" yang belum kita tahu, aku kecil  membayangkan ingin segera bisa sekolah, memakai seragam, punya buku tulis, mewarnai, punya teman...sungguh mengasyikkan.

hari pertama mas opik masuk TK aku kembali menagis merengek ingin ikut ke sekolah, karena mungkin bapak ibu bosan mendengar tangisanku akhirnya aku dibolehkan ikut dengan syarat tidak boleh menangis, tidak boleh mengganggu, dan tidak boleh main jauh-jauh...cukup di sekitaran kelas saja. walhasil akupun berangkat dengan mas opik ke sekolah dengan tidak menggunakan seragam dan menenteng bekal  botol minuman baru. sesampainya di sekolah aku senang bisa melihat banyak anak-anak seumuran kami disana, yang ada dipikiranku "hore...punya teman bermain" :). ibu ku menitipkanku ke bu guru TK yang saya lupa namanya, ibu juga cerita kepada bu guru kalau anak bungsunya ini nangis terus minta sekolah.

ting...ting...ting... suara penanda kelas masuk
para guru sibuk membariskan murid-murid barunya, beberapa kaget melihatku dan menayakan "ini anaknya siapa?", hehehe... rekan guru lainnya menjelaskan ini adeknya nofi katanya di rumah nangis terus mau ikut kakaknya sekolah. setelah pengumuman siswa-siswi memasuki kelas secara berurutan, dan aku binggung harus kemana, setelah semuanya masuk tinggal aku saja yang tersisa mataku mulai berkaca-kaca dan mau menagis...dan mungkin sensor guru TK itu peka sekali ya pada psikologis anak, salah satu guru mendatangiku dan bertanya "adek mau ikut sekolah ya? ayo sini masuk aja....", "ngak....malu..."sambil  menggelengkan kepala (tanda tidak mau)." ayo....ngak apa-apa" .aku tetap menggeleng lalu duduk di depan pintu sambil menonton proses belajar hingga proses belajar selesai

sejak saat itu setiap hari selalu melakukan hal yang sama...mengikuti mas opik sekolah dan menungguinya di depan pintu kelas, kadang berdiri di depan pintu, kadang duduk didepan pintu, kadang ikut masuk kelas, dan pernah juga tidak diijinkan melihat mereka belajar sama sekali karena pintu kelas ditutup. hal tersebut membuatku merasa sedih , kesepian dan binggung harus berbuat apa,biasanya kalau sudah seperti itu aku yang penasaran..mengelilingi ruang kelas sambil mencari celah diamana aku bisa melihat mereka yang sedang belajar, aku ingin tau mereka sedang melakukan apa, mereka sedang belajar apa, sungguh aku ingin tahu!. dan kalau aku sudah bosan biasanya aku bermain sendiri dengan teman khayalan, aku berkhayal sedang bermain dengan beberapa teman, jadi terkadang aku berbicara sebagai diriku, kadang berbicara sebagai temanku yang lain, dan ketika siswa-siswi kelas bernyanyi atau mengeluarkan suara berhitung atau yang lainnya aku sering mengikutinya di luar kelas.

kalau bahasa gaul jaman sekarang istilahnya pasang muka memelas dan mupeng (muka pengen)

"ibu...aku ingin sekolah!"

bersambung ke It's My Way, Hidupku Indah Part 3




Jumat, 21 Desember 2012

It's My Way, Hidupku Indah Part 1 "Sebuah Nama"



Bismillahirohmanirrohim
22-12-2012

dalam usia 22 tahun ini tentu telah banyak peristiwa yang terjadi dalam hidupku
22 tahun waktu yang cukup lama aku telah berdiam di bumi pertiwi
Desember, bulan terakhir dalam tahun Masehi
sejenak, beberapa hari terakhir ku coba untuk merenungi semua yang telah terjadi dalam hidupdan yang masih ku ingat...
mungkin tulisan ini bisa disebut autobiografi, walaupun tidak semua kejadian ku ceritakan disini

Aku bayi,
tidak ada yang aku ingat sama sekali tentang apa yang terjadi ketika aku masih bayi, hanya saja menurut cerita...sebelum aku dilahirkan..kedua orang tuaku sama sekali tidak memprediksikan akan kedatanganku, saat itu kakak keduaku masih berumur 1 tahun ,karena ibuku  menggunakan kontrasepsi kalender akhirnya jadilah aku (setelah kuliah aku baru tahu bahwa pengunaan kontrasepsi jenis ini tingkat kegagalannya tinggi) , hmm...ibuku yang masih mengurusi dan menyusui kakak yang ku panggil 'mas opik' harus mengandung diriku ini...luar biasa perjuangannya dan lagi  kakak pertamaku saat itu berusia sekitar 4 tahun. 

Hari Kamis 9 Agustus 1990 aku dilahirkan di Rumah Bersalin Swasta (kata mereka, dulu jaman aku lahir tempat ini adalah tempat yang memberikan layanan terbaik untuk ibu dan anak, lebih tepatnya Rumah Bersalin pertama yang ada di kotaku ). setelah tahu bahwa anak ketiganya adalah Perempuan, betapa bahagianya bapak dan ibuku. kenapa?, karena mereka sungguh tidak mengira akan memperoleh karunia anak lagi, mereka sebenarnya berencana punya anak 2 saja, kata mereka saat kelahiran anak kedua dulu sebenarnya ingin punya anak perempuan tetapi Allah belum mengijinkan, dan baru mengabulkan do'a nya di anak ketiga ini, yaitu aku.

Sungguh indah karunia yang telah Allah takdirkan, kedua orang tuaku sangat bahagia dan sangat bersyukur akan nikmat ini, sehingga mereka memberiku nama Indah Kurniasari, nama adalah sebuah do'a. mereka berharap putri satu-satunya ini bisa menjadi karunia yang indah, karunia yang indah yang Allah titipkan kepada keduanya, karunia adalah pemberian, karena hadirku di dunia ini merupakan kejutan yang Allah hadiahkan. Alhamdulillah...Segala Puji Bagi Allah Yang Maha Pencipta, yang telah mencipta dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Bapak dan Ibu tidak pernah membeda-bedakan antara anak laki-laki dan perempuan, semuanya sama, dan semuanya adalah Karunia Allah SWT. Semoga diri ini bisa menjadi seorang wanita yang menjadi karunia terindah bagi bapak, ibu, keluarga, masyarakat, agama dan bangsa ini, aamiin

bersambung ke It's My Way, Hidupku Indah Part 2



Selasa, 18 Desember 2012

Menulis Itu Menyehatkan

Menulis itu menyehatkan? bagaimana bisa? apa iya bisa?


Pernahkah suatu ketika anda yang sedang memiliki masalah kemudian berbagi cerita kepada ibu / ayah / teman / kakak/ adik atau mungkin buku diary? apa yang anda rasakan setelah itu? apakah anda merasa lega dan plong? ya...begitulah kenapa saya berpendapat bahwa menulis itu menyehatkan.

dasar argumentasinya sebagai berikut :
  1. mempertimbangkan definisi sehat dari organisasi kesehatan dunia (WHO), sehat adalah suatu keadaan yang sempurna, baik fisik, mental dan kesejahteraan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan ( health is a state of complete physical, mental, and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity). jadi intinya sehat itu bukan sekedar bebas dari penyakit yang ada secara fisik saja, tetapi juga secara mental / pikiran/ psikologis misalnya seperti bebas dari ketakutan, kecemasan, kegalauan,dan semacamnya. selanjutnya yang dimaksud dengan kesejahteran sosial disini ada beragam pendapat yang mencoba memaknai apa itu kesejahteraan sosial, yang jelas intinya kesejahteraan sosial yang  saya maksud disini adalah suasana kehidupan yang aman, damai, sejahtera, tercukupi kebutuhannya, yang terkait dengan interaksi antar masyarakat, antara individu dengan individu yang lain di dalam suatu masyarakat.
  2. berdasarkan UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup secara produktif dan ekonomis. Makna kesehatan disini meluas tidak hanya secara aspek fisik maupun mental tetapi juga spiritual, sosial yang mempengaruhi produktifitas dan ekonomi.  Aspek spiritual disini terkait dengan hubungan seseorang dengan Tuhan Yang Maha Esa, bagaimana seseorang mengekspesikan rasa syukur, praktik ibadah, berdoa, mematuhi aturan agama, dan lain sebagainya. Aspek sosial disini berkaitan dengan hubungan seseorang dengan orang lain disekitarnya, tentang bagaimana berinteraksi dan berkomunikasi secara baik, orang yang tidak berkomunikasi dengan baik dengan orang lain biasanya akan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi, karena pada umumnya manusia adalah mahluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk diapresiasi, dihargai, dipuji, diperhatikan, ditolong, dan lain sebagainya (ingat teori kebutuhan Maslow). 
  3. Terkait dengan kesehatan mental atau bisa disebut juga kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terlepas dari kesehatan  secara keseluruhan. dalam bukunya Dr Denny Thong, SpKj,et al berjudul "Memanusiakan Manusia, Menata Jiwa Membangun Bangsa", Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia, mampu mengelola emosi dan menjaga diri tetap seimbang, mampu mengatasi tantangan hidup,dapat menerima orang lain, mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri maupun orang lain sekalipun ada perbedaan. Dalam buku itu juga disebutkan bahwa orang yang sehat jiwanya dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian dalam suatu kelompok. bagi mereka, kehidupan ini penuh arti. seseorang bisa dikatakan sehat jiwanya apabila merasa nyaman terhadap dirinya, merasa nyaman berhubungan dengan orang lain, serta mampu memenuhi kebutuhan hidup dan tahu bagaimana cara mengatasi tekanan (stres) yang terjadi dalam kehidupannya.
kembali ke bahasan utama kita " menulis itu menyehatkan" menyehatkan yang saya maksud disini terutama adalah menyehatkan secara mental atau jiwa, ketika seseorang sharing atau mau berbagi cerita dengan yang lain, mengutarakan isi hati, mampu mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikirannya akan membuat "beban" pikirannya berkurang. Seseorang yang bertipe ekstrovet memang tidak mempunyai kesulitan dalam mengkomunikasikan perasaan, ide, pendapat dan pemikiranya secara komunikasi langsung atau oral, lain hal nya dengan seseorang yang bertipe kepribadian introvet, mereka cenderung tertutup, malu untuk mengungkapkan isi hati, gagasan, pendapat, ide dan sebagainya sehingga sering membuat mereka merasa tertekan, stes,dan mengalami gangguan kesehatan seperti sakit kepala, gangguan pencernaan dan yang lainnya. Terlepas dari dua tipe kepribadian tersebut kita tahu bahwa menulis adalah salah satu alternatif media komunikasi manusia hingga saat ini walaupun sudah di era teknologi moderen. Aktivitas menulis berkembang tidak hanya pena diatas kertas, tetapi tekanan jari jemari diatas keyboard bahkan touch screen. Apapun itu menulis bisa dijadkan alternatif dalam mengungkapkan perasaan, ide, gagasan, pendapat sehingga diharapkan dapat mengurangi stres dan beban pikiran yang ada, terutama bagi mereka yang introvet yang biasanya enggan bercerita secara langsung. Dengan mengurangi stres dan beban pikiran atau mental tersebut diharapkan bisa memperoleh kesehatan mental atau kesehatan jiwa. Kesehatan jiwa merupakan salah satu unsur yang sangat penting sebagaimana kata-kata bijak " mens sana in corpore sano" atau "a sound mind in a healthy body" yang dapat diartikan "pikiran yang sehat  dalam tubuh yang sehat".

Referensi : 
  • Buku "Ilmu Kedokteran Pencegahan & Komunitas", Dr  Budiman Chandra, Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2007
  • UU no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
  • Buku "Memanusiakan Manusia, Menata Jiwa Membangun Bangsa", Dr Denny Thong, SpKj,et al , penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2011 

Selasa, 13 November 2012

Bajaj Pertamaku



Hidup itu adalah kumpulan cerita, terkadang anda berperan menjadi tokoh yang diceritakan atau menjadi penulis dari suatu cerita. Dengan tulisan ini ku mencoba menjadi penulis cerita tentang pengalaman hidup menarik yang telah ku alami. 


Awalnya ragu akankah aku meneruskan mengikuti suatu acara di Jakarta dan Bogor itu atau tidak dengan pertimbangan sebagai berikut : 
1. tidak ada teman yang mau atau bisa ikut acara tersebut (alone) 
2. saya tidak paham sama sekali daerah dan alat transportasi menuju tempat tujuan (daerah Tebet Utara)
3.masih dalam periode penghematan 

Namun akhirnya saya memutuskan untuk tetap berangkat karena: 
1. bismillah berniat mencari ilmu dan pengalaman baru khususnya tentang manajemen dan kepemimpinan islami 
2. sudah masuk dalam agenda  
3. sudah membayar registrasi 
4. kapan lagi mendapat kesempatan untuk memperoleh pengalaman itu 


Dan dengan kemantapan hati akhirnya ku membeli tiket kereta fajar utama dan senja utama (sayang sekali sudah kehabisan tiket ekonomi, walhasil mau tidak mau menggunakan kereta bisnis :( sungguh membuat saya sedih jika mengingat isi saldo) Ketika di dalam kereta api, tiba-tiba saja ada seorang mas-mas (seorang laki-laki yang nampak 7 tahun lebih tua dari saya) yang pindah tempat duduk di depan ku (jujur saja saya jadi merasa kurang nyaman) . Seperti biasa, saya sih cuek cuek saja, sampai akhirnya mas-mas itu mengajak saya ngobrol, "mau kemana mbak?" , "emm mau ke jakarta mas" jawabku, "ke jakartanya mana?", "saya ke Tebet Utara mas", "oh..nanti turun mau dimana mbk?", kemudian ku jawab saja "ke stasiun senen", dan mas itu menyarankan untuk turun di stasiun jati negara saja karena lebih dekat. Akhirnya kesempatan itu saya manfaatkan dengan baik (baca= awalanya aku malu kalau mau bilang aku ngak ngerti jalan sama sekali..hehehe). Kemudian saya bertanya "lha mas kalau saya nanti turunnya di stasiun jatinegara terus selanjutnya saya naik kendaraan apa ya mas?", bla..bla...bla...setelah berdiskusi lama dengan mas-mas itu dan telah menghubungi 5 orang teman saya yang di Jakarta dan juga 2 orang panitia acara tersebut akhirnya saya mendapat banyak alternatif jalur transportasi (jadi tambah jelas sekaligus juga binggung mau pilih yang mana? jalur busway, metromini,angkot,ojek atau taxi). 

Setibanya di Stasiun Jatinegara, kebetulan mas-masnya tadi juga turun di stasiun yang sama, mas-mas itu berbaik hati hendak mencarikan saya kendaraan dulu karena mungkin kasihan atau tidak tega kalau tidak menolong saya(hehehe.. *muka polos). Setelah kami keluar dari gerbong , saat itu juga hujan turun dan kami berdiri di depan pintu keluar stasiun. kamipun berdiskusi kembali, bagaimana selanjutnya kalau hujan begini?. dan sayapun bingung....ditambah lagi hujan makin lama makin deras. sesaat kemudian mas-mas tadi melihat seorang ibu yang dia kenal (kebetulan ibunya satu kereta dengan kami juga) kemudian mas-mas itu menanyakan alamat yang saya tuju dan menanyakan transportasi menuju alamat tersebut, dan diluar dugaan....jreng...jreng..ternyata kami satu jalur.... :) alhamdulillah ada teman... kemudian mas-mas itu menitipkan saya ke ibu-ibu tadi (alhamdulillah jazakallahu khoiran katsir mas dan bu). alhamdulillah Allah telah mempertemukanku dengan orang-orang yang baik hati :) semoga Allah swt membalas kebaikan kalian.  

Selanjutnya saya meneruskan perjalanan bersama ibu tadi, tadinya ibu itu mengajak saya naik angkot, tapi berhubung angkot yang ditunggu tak kunjung muncul dan hujan semakin deras, akhirnya kami berdiskusi dan si ibu menawarkan menggunakan Bajaj (becak bermotor/BEMO). dari pada binggung karna hujan deras dan baju juga nyaris kuyup akhirnya ku terima. Kamipun memanggil Bajaj yang kebetulan lewat, setelah nego harga kamipun masuk kedalam. subhanallah....ini pengalaman pertamaku naik bajaj!, seperti apa rasanya naik Bajaj? 

Bajaj yang kami naiki berwarna orange (tipe jadoel) sempat saya melirik bajaj berwarna biru yang baru lewat melintasi kami (merasa rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri, nampaknya itu bajaj keluaran yang lebih baru). Disela-sela pencarian alamat (sing :dimana...dimana...dimana....ku harus mencari kemana.. ).aku berusaha mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa yang aku alami. karena ku yakin selalu ada hikmah dari setiap peristiwa, dan memang benar bahwa siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan apa yang dia usahakannya, dan bila ada niat dan kemauan...insyallah Allah akan membukakan jalan jika kita mau berikhtiar dan yakin dengan pertolongan Allah...apalagi jika niat kita adalah untuk mencari ilmu yang Allah ridhoi (ilmu agama). lalu pelajaran hidup seperti apa yang didapat dari naik bajaj? 

Bajaj yang kunaiki kondisi fisiknya memang cukup memprihatinkan, beberapa bagian sudah nampak berkarat dan catnya meneglupas, pintu kecil dan jendela kecil yang berbahan plastik itupun nampak tak mampu menahan air hujan yang masuk, sementara diluar sana berbagai kendaraan mewah juga sepeda motor melintas di sisi kanan dan kiri kami mencipratkan air tanpa permisi....hmm..aku hanya menghela napas panjang...masyallah....mencoba membayangkan kehidupan si sopir bajaj selama ini...beginikah jakarta, selintas aku merasakan ketidak berdayaannya rakyat kecil di tengah-tengah ibu kota negara. mungkin kami hanya rakyat kecil berkendaraan kecil dan berpengaruh kecil  yang sering dipandang sebelah mata atau tidak dipedulikan...diperlakukan seenaknya oleh rakyat "besar" berkendaraan mewah dan berpengaruh di kehidupan sosialnya. 

Basah dan dingin yang ku alami saat itu nampaknya tidaklah ada apa-apanya dibandingkan basah dan dingin yang dialami pak sopir bajaj. ku lihat pak sopir mengenakan baju gelap yang warnanya sudah agak pudar dan ikut basah karena terkena cipratan air mencoba tetap memengang kendali bajaj yang suara mesinnya seakan putus nyambung putus nyambung...sungguh renyah....tere tek tek tek tek...jeder ^^ Yang ku lakukan hanya berdoa dan berpasrah juga berhusnuzon, semoga bajaj ini bisa membawa kami ke alamat yang dituju dengan selamat dan tanpa mogok ^^ dan alhamdulillah setelah tanya alamat sana sini akhirnya kami tiba di depan alamat yang di tuju ^_^ alhamdulillah tiba di Tebet Utara juga *_* rasanya seperti mimpi (jujur saya tidak pernah punya bayangan daerah tempat itu seperti apa) 

Terima kasih bajaj...semoga kesejahteraan para sopir bajaj bisa ditingkatkan atau diberikan kebijaksanaan untuk menggantinya dengan kendaraan yang lebih baik, sehingga bisa meningkatkan penghasilan para sopirnya, biar bagaimanapun juga mereka adalah bagian masyarakat yang patut dihargai dan dihormati haknya dalam menggunakan jalan raya serta diperbaiki kesejahteraannya. setiap rakyat di indonesia baik rakyat "kecil" maupun "besar" mempunyai hak yang sama dalam penggunaan jalan raya dan juga hak untuk dihormati sebagai pengguna fasilitas umum tanpa memandang besar kecilnya nilai/ prestige dari kendaraan yang dibawanya!

Salam Sunflower....semangat mencerahkan!
Indah Kurniasari

*(foto bajaj :download di http://samakamisampepagi.blogspot.com/2010/10/bajaj-dan-bus.html)

Indah Kurniasari