Thank You

Thank You For Your Visit ^_^

Selasa, 20 Januari 2015

Rejeki, Jodoh dan Kematian


Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji  bagi Allah yang Maha Pencipta, Dialah yang menciptakan langit bumi dan seluruh jagad raya yang luput dari terbatasnya jarak pandang tatap mata manusia.

Rejeki, jodoh dan kematian

Barangkali sudah terlalu banyak tulisan, ceramah, kajian ilmu yang membahas tentang ketiga hal tersebut. Diri ini mencoba kembali mengingat, merenung, dan "mencerna" makna dibalik makna. Makna yang diketahui, akan tetapi sering terlupa, khilaf diri yang disibukkan dengan segala kesibukan duniawi atau luput karna beragam ujian yang coba mengombang-ambingkan keteguhan iman seseorang. Hati sebagaimana ombak di lautan, terkadang tenang terkadang gusar, sungguh hati itu mudah sekali berubah kondisinya. Hati yang diibaratkan bagaikan bulu unggas yang begitu mudahnya berbalik karna angin. Semoga Allah menetapkan hati kita senantiasa taat dan istiqomah dalam Dien yang diridhoi-Nya. aamiin

Dalam Hadist Arba'in Imam Nawawi yang keempat tentang "penciptaan manusia dan takdirnya" disebutkan:
"Dari Abu Abdurahman Abdullah bin Mas'ud ra., beliau berkata,"Rasulullah SAW. menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, "Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya sebagai setetes mani selama 40 hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat dan ditiupkan ruh kepadanya dan dia diperintahkan untuk menetapkan 4 perkara: rejekinya, ajalnya, amalnya, dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan amalan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka, maka masuklah dia ke neraka. Sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan amalan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan amalan ahli surga, maka masuklah dia ke surga" 
Allah telah menetapkan rejeki (termasuk jodoh didalamnya) dan kematian sejak ditiupkan ruh kedalam jasad manusia. Selain telah ditetapkan, maka manusiapun tak lantas berpaku tangan menunggu apa yang telah ditetapkan baginya. Manusia juga turut andil dalam menentukan takdirnya lewat perilakunya,akhlaknya, amal ibadahnya, do'a-do'a yang terus menerus terucap.

Allah yang Maha Pengampun mengampuni segala dosa dengan taubat nasuha dan memperbaiki kondisinya kearah yang lebih baik. Setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama untuk "kembali" ke kampung surga diakhirat kelak. Hanya saja sudahkah setiap diri memperhatikan usahanya untuk kembali?

Saya ingat dengan apa yang disampaikan ustadzah saya beberapa hari yang lalu, beliau berkata " mengapa hidup di dunia itu sulit?, sulit karena kita tertekan oleh urusan dunia, kita terlena karena disibukkan dengan urusan dunia sehingga kita lupa, kita hidup untuk apa? untuk beribadah kepada Allah, kita hidup di dunia itu diperintahkan untuk taat!".  Ketaatan kita terhadap segala perintah Allah yang akan membuat kita menghadapi hidup dengan tenang dan bahagia, karena kita yakin bahwa SEGALA SESUATU ADALAH DARI ALLAH, MAKA KEMBALIKAN SEMUANYA PADA ALLAH TUGAS KITA ADALAH TAAT. 

Kita hidup, kita tumbuh dan berkembang karena Allah yang membuatnya menjadi hidup, tumbuh, dan berkembang. Kita mendapatkan ujian hidup, kesulitan, kekurangan harta, sakit dan lain sebagainya semuanya adalah kasih sayang Allah agar kita mau kembali menempuh jalan ketaatan. Kita hidup lalu mati itu semua adalah kuasa Allah, nyawa kita...berada dalam genggaman-Nya.

"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bersabar" Q.S. Al Baqoroh 153
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar; yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan " inna lillahi wa innaa ilaihi roojiun" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali); mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." Q.S. Al Baqoroh  155-156
 "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman bersama mereka, "kapankah datang pertolongan Allah?, ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat". Q.S. Al Baqoroh 214
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. mereka berdo'a "Ya Tuhan kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir" Q.S. Al Baqoroh 286
Segala ujian telah terukur, dan tidak ada kejadian yang menimpa setiap diri melainkan ada hikmah dibaliknya. Sahabat,sungguh yang perlu kita khawatirkan bukanlah apa yang dapat saya makan besok, yang perlu kita khawatirkan bukanlah dapatkah kita mencapai target karir kita, yang perlu kita khawatirkan bukanlah kapan kita bertemu dengan jodoh. Akan tetapi, hal utama yang perlu kita khawatirkan adalah sudahkah kita menyiapkan diri mnghadapi kematian?. tidaklah seseorang meninggal melainkan telah diselesaikan pemberian "jatah" rejekinya. Ketika jatah rejeki yang tertulis telah selesai diberikan maka sudah saatnya tiba malaikat menjemput nyawa kita. Sekali lagi bahwa yang perlu kita khawatirkan adalah sudahkah kita menyiapkan diri? jangan sampai sibuk mengejar dunia hingga kita lupa bahwa "setiap yang bernyawa akan merasakan mati".

Semoga Allah mengampuni dosa kita dan meneguhkan hati kita agar selalu dalam keimanan, ketaatan dan meninggal dalam keadaan muslim, dalam menjalankan ibadah, dicatat meninggal dalam menunaikan ketaatan kepada Allah. Sehingga jikalau saat ini kita masih banyak melakukan dosa  dengan pertolongan Allah dengan petunjuk Allah dipanggil saat kondisi iman dan ketaatan terbaik kita. Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbii 'alaa diinika wa 'alaa thoo'atik, Ya Allah yang Maha membolak-balikan hati tetapkanlah hati ku dalam dien-Mu dan ketaatan kepada-Mu.*aamiin
*HR. Ahmad 24938 

Mari berusaha mempersiapkan diri untuk "panggilan tak terduga" dengan sebaik-baik ikhtiar dan do'a sebagaimana do'a Nabi Yusuf AS, "Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian ta'bir mimpi. Ya Tuhan Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan diakhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang sholeh"(Q.S. Yusuf 101) aamiin

"Dan diantara mereka ada orang yang berdo'a, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka"; mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat hitungannya" Q.S. Al Baqoroh 201-202
aamiin Ya Robbal 'alamin

Allahu'alam bi showab
NTMS, Note to My Self
Semarang, 21 Januari 2015
Indah Kurniasari

 "Allah menganugerahkan al-hikmah (pemahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan as-Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. dan barangsiapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat"Q.S. Al Baqoroh 269

"Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam kitab (Al Quran), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat; kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan  dan menerangkan kebenaran, mereka itulah yang Aku terima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang" Q.S. Al Baqoroh 159-160"



Rabu, 05 November 2014

Sebaik-baik Penjaga

Sejenak dalam sunyi  memikirkan tentang apa yang telah terjadi
Tafakur lalu mensyukuri...

hei.... coba kita ingat-ingat lagi segala yang telah berlalu
tak bermaksud mengingat luka duka silam
tidak....
coba kita ingat betapa Allah Maha Baik

hei...... coba kita perhatikan baik-baik
tidakkah kau sadari bahwa tidak ada yang kebetulan begitu saja
bertemu dan berpisah adalah rencana Allah yang diluar jangkauan pikiran kita

Allah Maha Baik.... Dia sangat tahu apa yang kita butuhkan..bukan saja apa yang kita inginkan
Allah Maha Tahu segala yang ada di langit dan di bumi
Allah Maha Tahu apa yang terjadi di masa lalu dan masa mendatang
Allah yang Maha Tahu segala yang tampak dan tidak tampak
bahkan lintasan hati dan pikiran seseorangpun Allah tahu
Allah Maha Mengenal setiap mahluk ciptaannya
Tidak akan pernah salah..hanya kita yang seringkali salah dalam menafsirkan takdir Allah

Jalan hidup itu tak seperti rel kereta api yang selalu mulus
Tak jua seperti perjalanan kereta api yang cepat dan tepat waktu
Pun kereta api itupun kadang kala harus berhenti sejenak
Kita sebagai penumpang tidak bisa memaksakan ke masinis untuk tidak boleh berhenti
Kita tidak bisa memaksakan bahwa kereta itu tak boleh berhenti karena kita sedang mengejar waktu
Kenapa?
Karena kita belum tahu apa alasan dibalik pemberhentian kereta api
Kereta itu harus berhenti sementara waktu untuk mempersilakan kereta lain yang akan melewati rel
Coba kita bayangkan andai saja kereta kita tidak berhenti atau dipaksakan tetap melintas
Maka kereta kita akan bertabrakan dengan kereta lain

Subhanallah......
Subhanallah....
Allah lebih tahu apa yang paling baik bagi hamba Nya
Allah sebaik-baik penjaga
Dia menjaga kita dengan penjagaan yang sempurna
Walau kita sering salah sangka dengan ketetapan Allah
Yakinlah segala yang terjadi pada kita itu adalah untuk kebaikan kita
Allah menjaga kita dari bahaya yang kita mungkin tidak tahu

Semoga Allah senantiasa menjaga keimanan kita
Yang dengannya kita tetap dapat mengecap manisnya kasih sayang dan cinta Sang Pencipta
Sungguh Allah adalah sebaik-baik penjaga

Astagfirullah..... Ampuni kami ya Rahman ya Rahim...
Ampuni kami karena ketidakmengertian kami
sungguh pengetahuan kami sangat terbatas
Tuntunlah kami...
Berikanlah petunjuk pada hati kami..
Agar tetap dalam naungan petunjukmu..
Jauhkan kami dari bahaya dan kejahatan segala mahluk Mu
aamiin

Semarang, 6 November 2014
Indah Kurniasari





Minggu, 31 Agustus 2014

"Menerbangkan Layang-layang"

sebuah puisi oleh Indah Kurniasari

gemuruh angin dipenghujung surya
membuntutiku dengan potongan-potongan bambu
kertas berlukiskan aksara
terikat erat benang-benang ungu

ku menjauh....
mencoba membuatmu terbang...
angin menyambutmu riuh...
dan ku lepas kau melayang....

lihat engkau berjejer bersama burung-burung
lihat engkau menari-nari mengikuti gerak udara
lihat daku masih merenggangkan benang-benang
lihat daku merengkuh kayu akasia

hingga bintang tampak
ku tarik kuat kayu
kakiku menapak
mengembalikanmu dalam genggamku

Selasa, 26 Agustus 2014

Inspirasi Muslimah : Ummu Sulaim


Nama lengkapnya Ruimasha' Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Hiram bin Jundab bin 'Amir bin Ghanam bin 'Adie bin an-Najaar al-Anshariyah al-Khazrajiyah.  Dan beliau adalah salah satu sahabiyah yang dijamin syurga. Ia seorang wanita keturunan bangsawan dari kabilah Anshar suku Khazraj memiliki sifat keibuan,cerdas penuh kehati-hatian dalam bersikap, dewasa, penyabar dan pemberani.

Dibalik laki-laki yang hebat terdapat wanita hebat. dibalik anak-anak yang hebat terdapat ibu hebat. Dibalik teguhnya keimanan Anas bin Malik dan saudara-saudaranya ada Ummu Sulaim sebagai ibu yang teguh dalam keimanan dan prinsip hidup. Siapa yang tidak kenal dengan Anas bin Malik, asisten pribadi dan sahabat dekat Rasulullah, salah satu dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, tak kurang dari 2286 hadits yang beliau riwayatkan. Ibarat perguruan tinggi, Anas bin Malik ra telah banyak meluluskan ulama-ulama hebat dalam sejarah seperti Hasan al Basri, Ibnu Sirin, Umar bin Abdul Aziz, Qatadah as-Saudi dan lain-lain.

Kenapa saya sangat terkesan dengan Ummu sulaim?

Yang pertama adalah karena keteguhan dan keberaniannya dalam menjaga keislamannya, ketika dia rela berpisah dengan suami pertamanya Malik bin Nadhir karena memperjuangkan keislamannya. Dimana Malik bin Nadhir menolak masuk islam. Sosoknya yang pemberani sebagaimana yang diceritakan Anas, bahwa suatu ketika Abu Thalhah berpapasan dengan Ummu Sulaim ketika perang Hunain. Ia melihat ditangannya ada sebuah pisau, lalu Abu Thalhah melaporkan peristiwa ini kepada Rasulullah SAW. “ya Rasulullah, lihatlah Ummu Sulaim keluar rumah sambil membawa pisau”, Kata Abu Thalhah. “ya Rasulullah, pisau ini sengaja ku siapkan untuk merobek perut orang musyrik yang berani mendekatiku” jawab Ummu Sulaim. Menurut adz-dzahabi, Ummu Sulaim juga ikut terjun dalam perang uhud bersama Rasulullah.

Yang kedua, bagi saya dia adalah wanita yang terbaik karena meminta mahar dengan keislamannya Abu Thalhah. Saat Abu Thalhah mendatangi beliau untuk melamarnya dan menawarkan mahar yang mahal. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,”Tidak selayaknya saya menikah dengan seorang musyrik, ketahuilah wahai Abu Thalhah bahwa sesembahanmu selama ini hanyalah sebuah patung yang dipahat oleh keluarga fulan. Dan apabila engkau mau menyulutnya api niscaya akan membakar dan menghanguskan patung-patung itu”.

Perkataan Ummu Sulaim amat mengguncang jiwa, Abu Thalhah tak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar. Namun itu semua merupakan realita yang harus ia terima. Abu Thalhah bukanlah orang yang cepat putus asa. Dikarenakan cintanya yang tulus dan mendalam terhadap Ummu Sulaim, di lain kesempatan ia datang lagi menjumpai ibunda Anas dan mengiming-iming mahar yang lebih wah serta kehidupan kelas atas.

Ummu Sulaim muslimah yang cerdik dan pintar ini tetap teguh dengan keimanannya. Sedikit pun ia tidak tergoda oleh kenikmatan dunia yang dijanjikan oleh Abu Thalhah. Baginya kenikmatan Islam akan lebih langgeng daripada seluruh kenikmatan dunia. Masih dengan penolakanya yang halus ia menjawab, Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?. Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan, kata Abu Thalhah. Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam, tukas Ummu Sualim.

Beliau bisa saja meminta mahar dengan harta Abu Thalhah yang sangat banyak. Tapi tak sedikitpun ia tertarik pada harta benda, ummu sulaim hanya meminta mahar “keislaman”. Sungguh wanita yang luar biasa, dikala wanita pada umumnya senang dengan harta, perhiasan tetapi wanita satu ini menganggap bahwa keimanan dan ketakwaan lebih berharga dari itu semua. Hal ini menginspirasi saya tentang bagaimana cara membentuk keluarga yang hebat. Dulu bapak pendiri Negara kita, saat akan membentuk Negara yang dibuat pertama kali adalah menentukan apa dasar Negara Indonesia? dasar Negara yang kemudian kita kenal dengan “Pancasila”. Sedangkan Ummu Sulaim, sebelum membentuk sebuah rumah tangga yang ia minta adalah keislaman calon suaminya, yang dengan kata lain adalah dasar “Negara” yang mereka tetapkan adalah dasar “keimanan” yang selanjutnya menerapkan kehidupan berdasarkan nilai dan hukum islam dalam berumah tangga. Keutamaan ummu sulaim bukan hanya karna beliau termasuk orang yang awal dalam menyatakan keislamannya tapi juga orang yang mampu mengantarkan Abu Thalhah juga hijrah ke jalan tauhid. Dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan berumah tangga. Sehingga kelak memperoleh anak keturunan yang diberkahi.

Yang ketiga, saat beliau menawarkan Anas bin malik untuk mengabdi kepada Rasulullah. Putra satu-satunya yang ia besarkan sendiri adalah sesuatu yang sangat ia sayangi. Ummu sulaim adalah wanita yang cerdik. Ia tahu bahwa akan banyak keberkahan menjadi seseorang yang dekat dengan Rasullulah. Secara tidak langsung ketika beliau menyerahkan anaknya yang masih kecil itu juga sebagai bentuk tarbiyah atau pendidikan terbaik bagi anaknya. Kesempatan dididik langsung oleh Rasulullah SAW.

Yang keempat, Ummu Sulaim adalah sosok yang sabar, tabah dan pandai mengelola emosi. Hal ini sangat menarik, karena wanita pada umumnya adalah orang yang cenderung labil secara emosi dan lebih banyak menggunakan perasaan dari pada logika. Ummu sulaim sangat lihai mengendalikan perasaan dan emosinya, saat musibah datang ia mampu menjadi orang yang tenang dan mampu membuat suaminya Thalhah tetap tenang. Tenang dan menenangkan, sabar dan menyabarkan, tabah dan menabahkan. Semua itu adalah buah dari keimanan yang sangat kokoh telah bersemayam dihatinya. Seperti yang tergambar pada kisah saat ia kehilangan anaknya Abu Umair. Caranya dalam menyampaikan telah meninggalnya putra kesayangan mereka merupakan hal luar biasa. Yang mungkin jarang jaman sekarang ada seorang wanita yang mampu setabah itu. Bahkan saya sendiri masih merasa sulit mengendalikan emosi atau psikologis, belum bisa setegar Ummu Sulaim. Barangkali kalau saya diposisinya saat itu mungkin saya akan banyak menangis, stres dan jatuh sakit karena terlalu sedih kehilangan anak tercinta. 

Semoga para muslimah bisa meneladani ketegaran Ummu Sulaim. aamiin

Selasa, 17 Juni 2014

Totalitas Syukur


Dengan mengharap pertolongan Allah
semoga sekelumit buah tangan ini bisa bermanfaat bagi kita semua
tak sekedar petuah untuk pembaca tetapi terkhusus bagi penulis sendiri
mencoba ber-muhasabah.... menginstrokpeksi diri...
dan dalam perenungan panjangku ini
ku coba sampaikan apa-apa yang bergerumul dalam pikiranku
yang terus mencoba menyibak hikmah dalam setiap episode hidup

berawal dari sebuah ujian
"ujian hidup"

setiap manusia lahir ke dunia membawa takdirnya masing-masing bukan?
setiap kita tak pernah luput dari ujian hidup...musibah...kelaparan...ketakutan...dan kekurangan harta..
segala macam ujian itu adalah sarana pembuktian
mana hamba-Nya yang benar keimanannya mana yang tidak
mana hamba-Nya yang benar ketakwaannya mana yang tidak

ujian hidup adalah bagian dari karunia Allah
yang menjadi jalan pengangkat derajat manusia
bagi mereka yang lulus ujian tentunya
mereka yang berhasil melalui ujian itu berarti mampu membuktikan keimanan dan ketakwaannya
mutaqin.....
orang-orang yang bertakwa
lalu bagaimana dengan mereka yang belum lulus?
Allah akan kembali mengujinya.....
mengujinya terus...hingga ia lulus atau kematian yang meraihnya terlebih dulu

kesedihan adalah ujian
kebahagiaan adalah ujian
kefakiran adalah ujian
kekayaan adalah ujian
sakit adalah ujian
sehat adalah ujian
nasib yang kita anggap "baik" adalah ujian
nasib yang kita anggap "buruk" adalah ujian
semuanya adalah ujian!
sudahkah kita bersyukur bilamana bertakdir "baik"?
mampukah kita bersyukur bilamana bertakdir "buruk"?
sudahkah kita ridho dengan takdir Allah untuk kita?

sahabat....
dalam perjalanan pikiranku kemudian kini ku mengerti, mengerti bahwa tidak ada takdir "buruk" di dunia ini....sungguh tidak ada!....yang menjadikannya buruk hanya kita sendiri!....ya...hanya kita sendiri!

kita sendiri yang memberikan label "baik" dan "buruk"
karena pengetahuan kita terbatas
sedangkan pengetahuan Allah tanpa batas...
Allah Yang Maha Mengetahui segala yang terbaik bagi hamba-Nya
apa yang kita anggap baik belum tentu baik dalam pandangan Allah
apa yang kita anggap buruk belum tentu baik dalam pandangan Allah
sungguh Allah Yang Maha Mengetahui sedangkan kita kita mengetahui selain apa yang Allah berikan

sahabat....
sungguh pengetahuan kita terbatas...
terkadang sulit bagi kita untuk memahami hikmah...
kita lebih sering berkeluh kesah...
kita lebih sering mencela takdir Allah
kita lebih sering menyesali takdir...
kita lebih sering mempertanyakan....mengapa begini? mengapa begitu?
atau juga kita juga menyalahkan orang lain atas takdir "buruk" yang menimpa kita....
"gara-gara kamu!"
dan tak henti-hentinya kita berkeluh kesah
sampai akhirnya berputus asa!

astagfirullah....
robanna dzalamna anfusana wa in lam tagfir lana wa tarhamna lanakunanna minnal khosirin
"ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni diri kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi"
Q.S. Al-A'raf :23

sahabat.....
sesempit inikah pikiran kita....
hingga berbagai masalah dan kekurangan yang kita hadapi membutakan nurani kita untuk bersyukur?
lupa untuk bersyukur.....
sebesar itukah kesulitan hidup kita sehingga membuat kita alpa untuk bersyukur?
apakah kesulitan hidup itu lebih besar dari kemudahan hidup yang Allah beri?

"dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang bersyukur" Q.S. Saba' :13

sahabat....
anda masih bernapas?
berapa banyak oksigen yang kita hirup?
pernahkah kita bayangkan... lalu hitung! ada berapa banyak?

apakah kesulitan hidup yang kita hadapi membuat kita lupa mengucapkan "alhamdulillah"? "alhamdulillah" dalam setiap napas yang kita hirup....kemudian oksigen yang masuk itu....masuk ke dalam tubuh..beredar...dan memberi kehidupan sel-sel tubuh anda? kita bisa memperolehnya gratis!

pernahkan kita menghitung....berapa banyak nikmat Allah dan kemudahan hidup yang Allah karuniakan kepada kita? bahkan kita tak akan sanggup menghitung semua nikmat yang telah Allah berikan selama ini!
begitu banyaknya nikmat yang Allah karuniakan kepada kita...hingga setan yang berbisik-bisik membuat kita lupa...membuat kita kufur... dan mengerutui nasib.....naudzubillah!

bersyukur dikala bahagia itu mudah...bilamana dikala kesulitan?
"sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan!"

sebesar apapun kesulitan yang kita hadapi tak akan lebih besar dari nikmat Allah dan kemudahan-kemudahan yang Dia berikan.....
kita hitung-hitung lagi nikmat-nikmat yang Allah beri...niscaya kita tak akan mampu mencari celah untuk tidak bersyukur.....

Alhamdulillah......alhamdulillah....alhamdulillah....
bahkan mungkin tak akan cukup kita mengungkap rasa syukur hanya dengan kata "alhamdulillah"
Rasulullah SAW sebagai suri tauladan bagi kita merupakan orang yang paling bersyukur...
dikisahkan dari Aisyah ra., dia berkata Rasulullah SAW berdiri sholat (malam) hingga kedua kaki beliau bengkak" lalu Aisyah ra. berkata kepada beliau " kenapa engkau lakukan hal ini ya Rasulullah, bukankah Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?" lalu beliau menjawab "tidak bolehkah aku senang menjadi hamba yang bersyukur?" H.R.Bukhari

Bagaimana dengan kita?

"Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu mengembalakan ternakmu.(10)
Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan.sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.(11)
Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahaminya.(12)
dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlainan macamnya. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.(13)
Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan) dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu BERSYUKUR.(14)
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,(15)
dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.(16)
Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran(17).
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (18)."
Q.S. Al Nahl 10-18







Jumat, 16 Mei 2014

Surat Dari Canada

#edisi cerita ku

Aku yang telah lama tidak bermimpi, merasa aneh saat itu aku bermimpi...
mimpinya hanya sepotong-potong....
ini sungguh sebuah mimpi..bukan impian atau cita atau angan-angan

baiklah... malam itu seperti biasanya aku tidur..
dalam alam bawah sadar aku sepertinya berada disuatu tempat...
aku disana berjalan....dan terus berjalan...
setelah melalui beberapa tempat..
aku mendapatkan sebuah surat
aku baca surat itu...
dibagian atas seperti tampak kop surat yang dapat ku ingat dengan jelas kata "CANADA"
surat itu berbahasa inggris...tapi tak jelas inti surat itu memberitakan apa.....
saat di didalam mimpi aku cuma bisa komentar..."lho..kenapa canada? padahal aku tak merasa pernah ada apapun yang berhubungan dengan canada"
tak beberapa lama aku terbangun
setelah terbangun "ya Allah, kenapa engkau hadirkan sebuah surat dari Canada untukku"
aku tak mengerti pertanda apa ini....

dalam keadaan nyata memang indah pernah punya cita-cita ingin belajar ke luar negeri... ^_^
tetapi tidak pernah memasukkan canada dalam list/daftar negara yang ku inginkan ^_^'
ya apapun itu.. hanyalah waktu yang bisa menjawabnya
Allahu'alam bi showab

Senin, 28 April 2014

Tambal Sulam Hati yang Rombeng



"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan?"

Selembar kisah ini....
Sore itu hujan turun setelah berlalu hari-hari panas tak terkira
Suatu kabar gembira bagi para perindu aroma tanah terpecik rintik air
Setetes demi tetes basahi dedaunan yang tertutup abu vulkanik

Harapan....
Hidangan jiwa nan mewah...
Hari sebagaimana matahari dan bulan berkejar-kejaran
Hanya aku yang tak mengerti cara mengejar waktu

Lihatlah ini...
Lihat ini....mataku yang terluka memandang rona bahagia dia yang lain
Lihat ini.... hatiku yang tersayat untaian kritik yang menggelitik
Lihat ini.... lisanku yang tak henti-hentinya mengeluhkan nasib


Malam kembali hadir....
Menjagaku dari pandangan liar yang menatapku
Masihkah kau disana?
Melihat hati yang telah rombeng

Langkah ini kembali menapak
Lakuku mulai berlaku
Lalu ku tambal kembali
Lalu ku sulam lagi

Baik....sungguh baik
Berbenah...
Berubah...
Biar sedikit....

Kemudian hujan ini terhenti
Kembali ku jelajahi malamku
Kelap-kelip bintang terangi langkah
Kadang rembulan mengintip dicelah langit pekat

Telah lama ku meradang...
Telah lama ku jauh dari Nya
Tapi Jerat hatiku tak mampu ku lepas
Tak pula mampu mengusung sembilu pembebas diri
 
Tik....tik...tik....
Tik...tik....tik....
Hujan kembali turun
Hujan yang deras

Angin besar itu mengejarku....
Aku berlari...
Aku.....
Aku berlari semakin kencang...

Terjatuh aku...
Terjerembap aku....
Tersungkur aku...
Terluka aku....

Bangun!
Berdiri!
Bertahan!
Bangkit!

Sungguh elok kata-kata itu
Sungguhkah bisa engkau menerka esok kan datang padaku?
Saat esok kau jumpai mentari
Saat itu mungkin saja kau tak melihatku lagi

Tiada lagi hari selain hari ini
Tiada pertolongan selain dari Nya
Tiada lagi waktu untuk berkata tiada daya
Tiada lagi.....

Karena mungkin aku sudah tiada





Indah Kurniasari