Thank You
Thank You For Your Visit ^_^
Senin, 04 Januari 2016
Pilih Yakin atau Ragu?
Pilih yakin atau ragu? apakah kedua hal itu adalah sebuah pilihan?
atau kedua itu hanya dua keadaan yang pasti dilalui semua orang ketika menghadapi pilihan?
yakin itu tiada keraguan
ragu itu tidak yakin
apakah sesederhana itu perbedaanya?
bila yakin dan ragu dimaknai sebagai suatu keadaan yang dirasakan batin dan berada pada pusaran logika otak, maka yang mempengaruhi pilihan seseorang diantaranya adalah pengetahuan dalam faktor internalnya selain dari pengaruh pendapat atau tekanan dari luar individu.
let me go..........
once upon a time, you will know that your decission in your past bring you consequenses
don't postpone to take decission
if you take it you will get consequenses
if you leave it you will get consequenses too
Life is an art of belief...
Bagaimana agar yakin? tiada yang paling baik menghilangkan keraguan selain ilmu, hanya dengan ilmu keraguan berubah jadi yakin. ilmu atau pengetahuan tentang apa yang akan dipilih, memang kita tak bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi pengalaman dari orang lain bisa jadi sumber informasi bagi kita untuk menentukan pilihan and the last listen to your deep hearth :)
poin yang mesti kita pahami adalah "konsekuensi" apa saja yang dapat terjadi, buat daftar lalu pertimbangkan mana yang konsekuensi negatifnya paling sedikit.
setelah mempertimbangkan hal tersebut, ada satu hal penting yang tak boleh terlupakan yaitu "kekuatan doa", berdoalah kepada Allah agar diberikan petunjuk, bagi yang muslim bisa dengan melakukan sholat istikharah. Berdoalah memohon kepada Allah agar diberi petunjuk pilihan yang terbaik. Petunjuk dari Allah bisa beragam bentuknya, bisa lewat mimpi, dipertemukan dengan seseorang yang memberikan kita "pelajaran", dipermudah urusannya, dan lainnya. Akan tetapi kita memang harus lebih "peka" dengan beragam petunjuk yang datang.
Bagaimana agar kita bisa "peka" dengan petunjuk yang datang? sumbernya ada di hati dan pikiran kita, bersihkan hati dan pikiran kita, bersihkan dengan memperbanyak dzikrullah...memohon ampun kepada Allah.
selamat memilih :)
pilih bahagia atau sedih?
pilih pergi atau tinggal?
pilih dia atau dia?
semua pilihan ada ditanganmu sendiri :)
Ahlan Wa Sahlan January
Every January has a lot of new dream
is not it?
Selamat datang Januari....
Bulan pertama yang penuh semangat, entah semangat menyelesaikan kerjaan tahun lalu yang belum kelar ataupun semangat mengerjakan hal-hal baru yang sudah direncanakan.
Setiap awal tahun banyak orang yang kemudian membuat resolusi di tahun baru.
Tahun 2016 saya memilih tidak membuat resolusi baru, why?
karena resolusi tahun lalu belum dapat terealisasikan :)
Hikmah yang dapat saya pelajari adalah, jika kita membuat sebuah resolusi jangan lupa memperhitungkan kemungkinan waktu yang diperlukan untuk merealisasikannya. okay ngak apa-apa resolusi tahun lalu belum kelar.
untuk selanjutnya sih hanya tinggal merubah strategi pencapaian saja...okay you have the big job girl!
Ngomong-ngomong soal merubah strategi sebenernya juga berarti merubah pola pikir, merubah ide...
kalau ide tipe A ngak berhasil ya kita ubah jadi ide tipe B dan seterusnya.
change your "point of view"
Perubahan tindakan (action) biasanya diawali dengan perubahan pikiran (the way of thinking), action on the past must have to evaluation and you can "rearrange" your life. kamu harus jujur pada diri sendiri, kalau memang ada yang salah dari dirimu kamu harus coba untuk perbaiki. Kamu harus jadi orang yang paling kritis terhadap dirimu sendiri, dan itu pekerjaan yang sulit karena seringkali kita menilai diri sendiri secara subjektif, pikiran kita tidak jernih menilai diri sendiri.
Output dari evaluasi diri atau muhasabah diri itu setidaknya membuahkan 4 hal, yaitu pertama grateful ungkapan syukur kepada Allah dan berterimakasihlah pada diri sendiri, hargailah sekecil apapun pencapaian yang kamu raih. Kedua kamu harus menemukan "something wrong" yang akan kamu perbaiki. Ketiga, buat rencana kongkret, tidak perlu banyak penjabaran tapi tulislah poin-poin utamanya saja. Keempat, penjagaan semangat untuk melakukan...the big spirit from yourself not from other.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah "manajemen pikiran", kamu harus pandai mengelola pikiran, memilah mana yang perlu dipikirkan dengan serius, cepat dan tepat dan mana yang perlu dipikirkan dengan santai dan mana hal yang ngak perlu kamu pikirkan sama sekali...that's wasting time... no more!
Apa yang terjadi hari ini adalah hasil dari yang kamu lakukan dimasa lalu, dan apa yang kamu lakukan hari ini akan kamu ambil hasilnya dimasa depan. Hidup itu ibarat kita sedang menanam pohon, saat awal menanam jangan berharap ia akan tumbuh dengan cepat dan simsalabim berbuah lebat dan manis, jangan bermimpi! kamu harus bersabar pada proses yang berjalan bersama waktu, kamu harus merawat tanaman barumu menyiramnya, melihatnya tumbuh perlahan sesenti demi senti, memupuknya, menanti ia berbunga lalu berbuah hingga engkau mendapainya matang dan siap kau panen. It's very long process, right?. yang sabar ya :)
Rabu, 26 Agustus 2015
Berilmu Dulu Baru Menikah
Dedicated to Teman-teman KIPAS Undip :)
Peradaban besar bukan dibangun dari
pasir semen kayu dan batu pembentuk gedung-gedung mewah pencakar langit
Peradaban besar bukan ditandai dengan
gaget canggih, pesawat cepat, mobil canggih atau sederet temuan teknologi lainnya
Peradaban besar itu dibagun dalam
sebuah bengkel kecil yang bernama “rumah tangga”
Peradaban besar itu ditandai dengan
munculnya generasi penerus yang cerdas salih shalihah yang kokoh keimanan dan
jiwanya.
(Indah Kurniasari,2015)
Menikah adalah dambaan
setiap insan yang ingin meneladani kehidupan Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam.
Menikah merupakan salah satu sunnah yang utama sebagaimana dalam sabda
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
“Menikah adalah sunnahku,
barangsiapa tidak suka dengan sunnahku, ia bukan termasuk golonganku. Menikahlah, karena
aku akan membanggakan jumlahmu yang banyak di hari akhir nanti.” (HR. Ibnu Majah dari Aisyah r.a.)
“Wahai pemuda, barangsiapa telah mampu
diantara kalian hendaknya melaksanakan pernikahan, karena ia dapat menundukkan
pandangan dan menjaga kemaluan (kehormatan). Barangsiapa tidak mampu hendaklah
berpuasa karena ia menjadi benteng perlindungan.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu
Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i)
Menikah
dan mendidik anak bukan merupakan hal yang mudah, tetapi bukan pula hal yang
sulit jika kita mengerti “ilmu” nya. Kapankah kita harus mempersiapkan ilmunya?
Cukupkah hanya beberapa hari jelang pernikahan? Atau menunggu setelah memiliki
anak dulu baru belajar cara mendidik anak?
Segala sesuatu memerlukan ilmu sebagaimana yang dikatakan Imam Bukhari "al-ilmu qabla 'i-qaul wa 'i-amali", sebelum kita berkata dan berbuat, yang terlebih dahulu harus kita miliki adalah ilmu tentang hal tersebut. Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa yang ingin mendapatkan dunia harus dengan ilmu, dan yang ingin mendapatkan akhiratpun harus dengan ilmu.
Menikah bukan hanya berdimensi dunia saja tetapi juga akhirat, begitulah Islam yang sangat menganjurkan untuk menikah, menikah itu sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Menikah adalah ibadah yang pada pelaksanaanya juga memerlukan ilmu seperti fikih munakahat, psikologi, kesehatan reproduksi dan lainnya.
Persiapkan dirimu menjadi suami/istri yang baik dan calon orangtua yang cemerlang diantara penduduk bumi dan langit. Semoga sakinah mawadah warohmah dan memiliki keturunan yang shalih salihah yang bertauhid dan senantiasa berjuang di jalan dakwah. aamiin.
Salut untuk semua teman-teman KIPAS (Keluarga Islam Pascasarjana) Undip Semarang tahun 2015 yang akan mengadakan seminar pranikah dan parenting islami juga mengadakan kelas parenting islami. Barakallahu...semoga lancar, sukses, dan barokah acaranya. Semoga anggota KIPAS yang sudah menikah ditambah keberkahannya dalam keluarga yang sakinah mawadah warohmah, dan bagi teman-teman KIPAS yang belum dan akan menikah dipermudah dan dipercepat jalan menuju Pernikahan Barokah... Aamiin Ya Robbal 'alamin
:)
link KIPAS http://kipasundip.tumblr.com
Minggu, 12 Juli 2015
Menggantungkan Blencong Harapan
Sebuah Sajak oleh Indah Kurniasari
Seperti menggantung blencong dalam pekat rumah jogjo
Yang sinarnya menyinari kedap kedip mata pembaca kalam cinta - Nya
Kucuran membasahi selasar beratap rumbia
Terhembus laju kencang menyibak wajah penuh debu
Kedua telapak tangan menengadah memohon seberkas nur penuntun jiwa
Hening..............
..........................
..........................
..........................
Mutiara berjatuhan di lantai kayu
Air mata malam berkilau-kilau mencoba meramaikan rindu
Rindu pada belaian Yang Maha Rahman
Yang memberi kasih & sayang pada hamba yang selalu mengiba
Rindu pada belaian Sang Pemilik Cahaya
Yang cahayanya berada diatas cahaya
Blencong yang ku gantungkan hanyalah sebuah titik kecil cahaya
Yang ku coba gantungkan agarku mampu membaca petunjuk-Nya
Iqra'.....
Iqra'.....
Iqra'....
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu!
Setitik cahaya blencong yang menuntunku memahami kalam-Mu
Setitik cahaya blencong yang jadi harapanku menemukan cahaya-Mu
26 Ramadhan 1436 H
13 Juli 2015
Seperti menggantung blencong dalam pekat rumah jogjo
Yang sinarnya menyinari kedap kedip mata pembaca kalam cinta - Nya
Kucuran membasahi selasar beratap rumbia
Terhembus laju kencang menyibak wajah penuh debu
Kedua telapak tangan menengadah memohon seberkas nur penuntun jiwa
Hening..............
..........................
..........................
..........................
Mutiara berjatuhan di lantai kayu
Air mata malam berkilau-kilau mencoba meramaikan rindu
Rindu pada belaian Yang Maha Rahman
Yang memberi kasih & sayang pada hamba yang selalu mengiba
Rindu pada belaian Sang Pemilik Cahaya
Yang cahayanya berada diatas cahaya
Blencong yang ku gantungkan hanyalah sebuah titik kecil cahaya
Yang ku coba gantungkan agarku mampu membaca petunjuk-Nya
Iqra'.....
Iqra'.....
Iqra'....
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu!
Setitik cahaya blencong yang menuntunku memahami kalam-Mu
Setitik cahaya blencong yang jadi harapanku menemukan cahaya-Mu
26 Ramadhan 1436 H
13 Juli 2015
Sabtu, 25 April 2015
Sejahtera Lahir dan Batin
kata sejahtera tidaklah asing kita dengar, banyak orang yang sering menggunakan kata ini terlebih membubuhkannya dalam visi, misi, maupun tujuan yang ingin dicapai individu maupun kelompok.
apa itu sejahtera?
se.jah.te.ra
merupakan adjektiva bermakna aman sentosa dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan). (kamusbesar.com)
Sejahtera adalah suatu kondisi yang membuat seseorang merasa nyaman, ukuran kenyamanan orang yang satu dengan yang lain bisa saja berbeda. Akan tetapi apa yang secara umum menjadikan seseorang nyaman maka bisa juga menjadikan orang yang lain nyaman.
Sesuatu yang dapat membuat nyaman bisa berasal dari hal yang abstrak dan tampak. Hal yang abstrak seperti rasa syukur, perasaan puas, dan sebagainya. Hal yang tampak misalnya tercukupi segala kebutuhan hidup.
Sejahtera lahir adalah bagian dari sejahtera yang tampak, sedangkan sejahtera adalah bagian yang tak tampak tetapi bisa dirasakan. Sejahtera lahir bisa kita peroleh bila seseorang mendapatkan kebutuhan hidup. Sejahtera batin merupakan pelengkap bagi sejahtera batin.
Seseorang bisa saja telah memperoleh kesejahteraan lahir tetapi bukan merupakan jaminan ia pasti memperoleh kesejahteraan batin. Mengapa?, sifat manusia yang tidak pernah puas menjadi alasan akan hal ini. Sehingga untuk memperoleh sejahtera yang lengkap seseorang perlu menjadikan rasa syukur sebagai penyeimbang.
Apapun yang kita dapat, berapapun yang kita peroleh jika disertai rasa syukur yang mendalam akan mampu melengkapi bagian dari kebutuhan hidup kita yang belum lengkap. Bukan hanya sejahtera lahir tapi juga sejahtera batin.
:)
Rabu, 11 Maret 2015
Sajak "i"
Menyapa rerumputan teki
Seolah menyimpan teka-teki
Semut berjejeran meyentuh kaki
Menghentak, membangunkan nurani
Pagi menyapa diri
Kokokan jantan menggungah nurani
Kokoh ia mencengkram bumi
Tak bersandar pada kayu mahoni
Diri menyapa pagi
Menyentuh indah bunga melati
Lembut embun membelai
Takkan hilang cinta di hati
Rerumputan diantara melati
Berdesakan melihat mentari
Kupu-kupu datang menari-nari
Saat kau juga melangkah pergi
Seolah menyimpan teka-teki
Semut berjejeran meyentuh kaki
Menghentak, membangunkan nurani
Pagi menyapa diri
Kokokan jantan menggungah nurani
Kokoh ia mencengkram bumi
Tak bersandar pada kayu mahoni
Diri menyapa pagi
Menyentuh indah bunga melati
Lembut embun membelai
Takkan hilang cinta di hati
Rerumputan diantara melati
Berdesakan melihat mentari
Kupu-kupu datang menari-nari
Saat kau juga melangkah pergi
Sajak "Ku Sebut Itu Rindu"
langkah kaki melihat indahnya bintang
malam berselimut dingin
hirup udara yang menghembus dengan perlahan
ah.....udara ini, udara yang sama
udara dimana aku berdiri meneropong langit
rasanya sama seperti malam-malam jelang bulan nan suci
ah......udara ini, masih udara yang sama
udara dimana aku merasakan dia kan datang
rasanya sama seperti ini
angin yang menyapa wajahku
berbisik-berbisik menyampaikan berita
ya....benar
kau benar
inilah udara yang sama
sama seperti yang kau rasakan saat kau berdiri di hamparan rerumputan di malam itu
udara yang sama saat kau berdiri di samping surau
udara yang sama saat kau berdiri di halaman belakang
udara yang sama saat kau berkendara malam dalam sepi
ya!
kau tahu?
ku sebut itu rindu
malam berselimut dingin
hirup udara yang menghembus dengan perlahan
ah.....udara ini, udara yang sama
udara dimana aku berdiri meneropong langit
rasanya sama seperti malam-malam jelang bulan nan suci
ah......udara ini, masih udara yang sama
udara dimana aku merasakan dia kan datang
rasanya sama seperti ini
angin yang menyapa wajahku
berbisik-berbisik menyampaikan berita
ya....benar
kau benar
inilah udara yang sama
sama seperti yang kau rasakan saat kau berdiri di hamparan rerumputan di malam itu
udara yang sama saat kau berdiri di samping surau
udara yang sama saat kau berdiri di halaman belakang
udara yang sama saat kau berkendara malam dalam sepi
ya!
kau tahu?
ku sebut itu rindu
Langganan:
Postingan (Atom)

