Thank You

Thank You For Your Visit ^_^

Selasa, 18 Desember 2012

Menulis Itu Menyehatkan

Menulis itu menyehatkan? bagaimana bisa? apa iya bisa?


Pernahkah suatu ketika anda yang sedang memiliki masalah kemudian berbagi cerita kepada ibu / ayah / teman / kakak/ adik atau mungkin buku diary? apa yang anda rasakan setelah itu? apakah anda merasa lega dan plong? ya...begitulah kenapa saya berpendapat bahwa menulis itu menyehatkan.

dasar argumentasinya sebagai berikut :
  1. mempertimbangkan definisi sehat dari organisasi kesehatan dunia (WHO), sehat adalah suatu keadaan yang sempurna, baik fisik, mental dan kesejahteraan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan ( health is a state of complete physical, mental, and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity). jadi intinya sehat itu bukan sekedar bebas dari penyakit yang ada secara fisik saja, tetapi juga secara mental / pikiran/ psikologis misalnya seperti bebas dari ketakutan, kecemasan, kegalauan,dan semacamnya. selanjutnya yang dimaksud dengan kesejahteran sosial disini ada beragam pendapat yang mencoba memaknai apa itu kesejahteraan sosial, yang jelas intinya kesejahteraan sosial yang  saya maksud disini adalah suasana kehidupan yang aman, damai, sejahtera, tercukupi kebutuhannya, yang terkait dengan interaksi antar masyarakat, antara individu dengan individu yang lain di dalam suatu masyarakat.
  2. berdasarkan UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup secara produktif dan ekonomis. Makna kesehatan disini meluas tidak hanya secara aspek fisik maupun mental tetapi juga spiritual, sosial yang mempengaruhi produktifitas dan ekonomi.  Aspek spiritual disini terkait dengan hubungan seseorang dengan Tuhan Yang Maha Esa, bagaimana seseorang mengekspesikan rasa syukur, praktik ibadah, berdoa, mematuhi aturan agama, dan lain sebagainya. Aspek sosial disini berkaitan dengan hubungan seseorang dengan orang lain disekitarnya, tentang bagaimana berinteraksi dan berkomunikasi secara baik, orang yang tidak berkomunikasi dengan baik dengan orang lain biasanya akan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi, karena pada umumnya manusia adalah mahluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk diapresiasi, dihargai, dipuji, diperhatikan, ditolong, dan lain sebagainya (ingat teori kebutuhan Maslow). 
  3. Terkait dengan kesehatan mental atau bisa disebut juga kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terlepas dari kesehatan  secara keseluruhan. dalam bukunya Dr Denny Thong, SpKj,et al berjudul "Memanusiakan Manusia, Menata Jiwa Membangun Bangsa", Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia, mampu mengelola emosi dan menjaga diri tetap seimbang, mampu mengatasi tantangan hidup,dapat menerima orang lain, mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri maupun orang lain sekalipun ada perbedaan. Dalam buku itu juga disebutkan bahwa orang yang sehat jiwanya dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian dalam suatu kelompok. bagi mereka, kehidupan ini penuh arti. seseorang bisa dikatakan sehat jiwanya apabila merasa nyaman terhadap dirinya, merasa nyaman berhubungan dengan orang lain, serta mampu memenuhi kebutuhan hidup dan tahu bagaimana cara mengatasi tekanan (stres) yang terjadi dalam kehidupannya.
kembali ke bahasan utama kita " menulis itu menyehatkan" menyehatkan yang saya maksud disini terutama adalah menyehatkan secara mental atau jiwa, ketika seseorang sharing atau mau berbagi cerita dengan yang lain, mengutarakan isi hati, mampu mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikirannya akan membuat "beban" pikirannya berkurang. Seseorang yang bertipe ekstrovet memang tidak mempunyai kesulitan dalam mengkomunikasikan perasaan, ide, pendapat dan pemikiranya secara komunikasi langsung atau oral, lain hal nya dengan seseorang yang bertipe kepribadian introvet, mereka cenderung tertutup, malu untuk mengungkapkan isi hati, gagasan, pendapat, ide dan sebagainya sehingga sering membuat mereka merasa tertekan, stes,dan mengalami gangguan kesehatan seperti sakit kepala, gangguan pencernaan dan yang lainnya. Terlepas dari dua tipe kepribadian tersebut kita tahu bahwa menulis adalah salah satu alternatif media komunikasi manusia hingga saat ini walaupun sudah di era teknologi moderen. Aktivitas menulis berkembang tidak hanya pena diatas kertas, tetapi tekanan jari jemari diatas keyboard bahkan touch screen. Apapun itu menulis bisa dijadkan alternatif dalam mengungkapkan perasaan, ide, gagasan, pendapat sehingga diharapkan dapat mengurangi stres dan beban pikiran yang ada, terutama bagi mereka yang introvet yang biasanya enggan bercerita secara langsung. Dengan mengurangi stres dan beban pikiran atau mental tersebut diharapkan bisa memperoleh kesehatan mental atau kesehatan jiwa. Kesehatan jiwa merupakan salah satu unsur yang sangat penting sebagaimana kata-kata bijak " mens sana in corpore sano" atau "a sound mind in a healthy body" yang dapat diartikan "pikiran yang sehat  dalam tubuh yang sehat".

Referensi : 
  • Buku "Ilmu Kedokteran Pencegahan & Komunitas", Dr  Budiman Chandra, Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2007
  • UU no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
  • Buku "Memanusiakan Manusia, Menata Jiwa Membangun Bangsa", Dr Denny Thong, SpKj,et al , penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2011 

Selasa, 13 November 2012

Bajaj Pertamaku



Hidup itu adalah kumpulan cerita, terkadang anda berperan menjadi tokoh yang diceritakan atau menjadi penulis dari suatu cerita. Dengan tulisan ini ku mencoba menjadi penulis cerita tentang pengalaman hidup menarik yang telah ku alami. 


Awalnya ragu akankah aku meneruskan mengikuti suatu acara di Jakarta dan Bogor itu atau tidak dengan pertimbangan sebagai berikut : 
1. tidak ada teman yang mau atau bisa ikut acara tersebut (alone) 
2. saya tidak paham sama sekali daerah dan alat transportasi menuju tempat tujuan (daerah Tebet Utara)
3.masih dalam periode penghematan 

Namun akhirnya saya memutuskan untuk tetap berangkat karena: 
1. bismillah berniat mencari ilmu dan pengalaman baru khususnya tentang manajemen dan kepemimpinan islami 
2. sudah masuk dalam agenda  
3. sudah membayar registrasi 
4. kapan lagi mendapat kesempatan untuk memperoleh pengalaman itu 


Dan dengan kemantapan hati akhirnya ku membeli tiket kereta fajar utama dan senja utama (sayang sekali sudah kehabisan tiket ekonomi, walhasil mau tidak mau menggunakan kereta bisnis :( sungguh membuat saya sedih jika mengingat isi saldo) Ketika di dalam kereta api, tiba-tiba saja ada seorang mas-mas (seorang laki-laki yang nampak 7 tahun lebih tua dari saya) yang pindah tempat duduk di depan ku (jujur saja saya jadi merasa kurang nyaman) . Seperti biasa, saya sih cuek cuek saja, sampai akhirnya mas-mas itu mengajak saya ngobrol, "mau kemana mbak?" , "emm mau ke jakarta mas" jawabku, "ke jakartanya mana?", "saya ke Tebet Utara mas", "oh..nanti turun mau dimana mbk?", kemudian ku jawab saja "ke stasiun senen", dan mas itu menyarankan untuk turun di stasiun jati negara saja karena lebih dekat. Akhirnya kesempatan itu saya manfaatkan dengan baik (baca= awalanya aku malu kalau mau bilang aku ngak ngerti jalan sama sekali..hehehe). Kemudian saya bertanya "lha mas kalau saya nanti turunnya di stasiun jatinegara terus selanjutnya saya naik kendaraan apa ya mas?", bla..bla...bla...setelah berdiskusi lama dengan mas-mas itu dan telah menghubungi 5 orang teman saya yang di Jakarta dan juga 2 orang panitia acara tersebut akhirnya saya mendapat banyak alternatif jalur transportasi (jadi tambah jelas sekaligus juga binggung mau pilih yang mana? jalur busway, metromini,angkot,ojek atau taxi). 

Setibanya di Stasiun Jatinegara, kebetulan mas-masnya tadi juga turun di stasiun yang sama, mas-mas itu berbaik hati hendak mencarikan saya kendaraan dulu karena mungkin kasihan atau tidak tega kalau tidak menolong saya(hehehe.. *muka polos). Setelah kami keluar dari gerbong , saat itu juga hujan turun dan kami berdiri di depan pintu keluar stasiun. kamipun berdiskusi kembali, bagaimana selanjutnya kalau hujan begini?. dan sayapun bingung....ditambah lagi hujan makin lama makin deras. sesaat kemudian mas-mas tadi melihat seorang ibu yang dia kenal (kebetulan ibunya satu kereta dengan kami juga) kemudian mas-mas itu menanyakan alamat yang saya tuju dan menanyakan transportasi menuju alamat tersebut, dan diluar dugaan....jreng...jreng..ternyata kami satu jalur.... :) alhamdulillah ada teman... kemudian mas-mas itu menitipkan saya ke ibu-ibu tadi (alhamdulillah jazakallahu khoiran katsir mas dan bu). alhamdulillah Allah telah mempertemukanku dengan orang-orang yang baik hati :) semoga Allah swt membalas kebaikan kalian.  

Selanjutnya saya meneruskan perjalanan bersama ibu tadi, tadinya ibu itu mengajak saya naik angkot, tapi berhubung angkot yang ditunggu tak kunjung muncul dan hujan semakin deras, akhirnya kami berdiskusi dan si ibu menawarkan menggunakan Bajaj (becak bermotor/BEMO). dari pada binggung karna hujan deras dan baju juga nyaris kuyup akhirnya ku terima. Kamipun memanggil Bajaj yang kebetulan lewat, setelah nego harga kamipun masuk kedalam. subhanallah....ini pengalaman pertamaku naik bajaj!, seperti apa rasanya naik Bajaj? 

Bajaj yang kami naiki berwarna orange (tipe jadoel) sempat saya melirik bajaj berwarna biru yang baru lewat melintasi kami (merasa rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri, nampaknya itu bajaj keluaran yang lebih baru). Disela-sela pencarian alamat (sing :dimana...dimana...dimana....ku harus mencari kemana.. ).aku berusaha mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa yang aku alami. karena ku yakin selalu ada hikmah dari setiap peristiwa, dan memang benar bahwa siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan apa yang dia usahakannya, dan bila ada niat dan kemauan...insyallah Allah akan membukakan jalan jika kita mau berikhtiar dan yakin dengan pertolongan Allah...apalagi jika niat kita adalah untuk mencari ilmu yang Allah ridhoi (ilmu agama). lalu pelajaran hidup seperti apa yang didapat dari naik bajaj? 

Bajaj yang kunaiki kondisi fisiknya memang cukup memprihatinkan, beberapa bagian sudah nampak berkarat dan catnya meneglupas, pintu kecil dan jendela kecil yang berbahan plastik itupun nampak tak mampu menahan air hujan yang masuk, sementara diluar sana berbagai kendaraan mewah juga sepeda motor melintas di sisi kanan dan kiri kami mencipratkan air tanpa permisi....hmm..aku hanya menghela napas panjang...masyallah....mencoba membayangkan kehidupan si sopir bajaj selama ini...beginikah jakarta, selintas aku merasakan ketidak berdayaannya rakyat kecil di tengah-tengah ibu kota negara. mungkin kami hanya rakyat kecil berkendaraan kecil dan berpengaruh kecil  yang sering dipandang sebelah mata atau tidak dipedulikan...diperlakukan seenaknya oleh rakyat "besar" berkendaraan mewah dan berpengaruh di kehidupan sosialnya. 

Basah dan dingin yang ku alami saat itu nampaknya tidaklah ada apa-apanya dibandingkan basah dan dingin yang dialami pak sopir bajaj. ku lihat pak sopir mengenakan baju gelap yang warnanya sudah agak pudar dan ikut basah karena terkena cipratan air mencoba tetap memengang kendali bajaj yang suara mesinnya seakan putus nyambung putus nyambung...sungguh renyah....tere tek tek tek tek...jeder ^^ Yang ku lakukan hanya berdoa dan berpasrah juga berhusnuzon, semoga bajaj ini bisa membawa kami ke alamat yang dituju dengan selamat dan tanpa mogok ^^ dan alhamdulillah setelah tanya alamat sana sini akhirnya kami tiba di depan alamat yang di tuju ^_^ alhamdulillah tiba di Tebet Utara juga *_* rasanya seperti mimpi (jujur saya tidak pernah punya bayangan daerah tempat itu seperti apa) 

Terima kasih bajaj...semoga kesejahteraan para sopir bajaj bisa ditingkatkan atau diberikan kebijaksanaan untuk menggantinya dengan kendaraan yang lebih baik, sehingga bisa meningkatkan penghasilan para sopirnya, biar bagaimanapun juga mereka adalah bagian masyarakat yang patut dihargai dan dihormati haknya dalam menggunakan jalan raya serta diperbaiki kesejahteraannya. setiap rakyat di indonesia baik rakyat "kecil" maupun "besar" mempunyai hak yang sama dalam penggunaan jalan raya dan juga hak untuk dihormati sebagai pengguna fasilitas umum tanpa memandang besar kecilnya nilai/ prestige dari kendaraan yang dibawanya!

Salam Sunflower....semangat mencerahkan!
Indah Kurniasari

*(foto bajaj :download di http://samakamisampepagi.blogspot.com/2010/10/bajaj-dan-bus.html)

Jumat, 02 November 2012

Anomali Cinta

Banyak yang berbicara tentang cinta/ Tak terkecuali kita/ Antara benci dan cinta/ Sungguh perbedaannya hanya selembar kulit ari kita/ Dinamika cinta seperti halnya per baja/ Yang ketika kita berusaha menarik untuk menjauhkan kedua sisinya/ Maka ia akan tetap kembali seperti bentuk awalnya/ dan akan terus kembali ke posisi awalnya/ cinta sebagaimana sifat air/ yang menyusut bila didinginkan/ dan mengembang bila dipanaskan/ dan kembali tenang bila berada disisi stabilnya/ biarlah alam yang akan mengatur pasang surut zatnya/ karena Tuhan tahu kapan dan dimana ia akan tenang/ tugas kita hanya menjaganya/ jaga ia agar tidak terkontaminasi dengan partikel-partikel yang menghambat kembang susut dan stabilnya//

Minggu, 14 Oktober 2012

Seteguk Cerita Tea Walk Tambi



Cerita ini berawal dari acara Outward Bond Management Training Keluarga Besar Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro yang diadakan tanggal 7 dan 8 Oktober yang lalu. Ada banyak cerita yang ingin saya bagi sebenarnya, tetapi pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan tentang seteguk cerita Tea Walk Tambi. berikut cerita selengkapnya... :)

Sekilas tentang Agrowisata Kebun Teh Tambi, jujur saat itu pengalaman pertama saya jalan-jalan ke Kabupaten Wonosobo. Agrowisata ini berjarak sekitar 16 kilometer ke utara dari Kota Wonosobo, tepatnya di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar , Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Agrowisata seluas 829,14 ha ini terletak di lereng barat daya Gunung Sindoro. Secara geografis, agrowisata ini terletak diketinggian 800-2000 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan tingkat curah hujan 2.500-3.500 mm per tahun. sedangkan suhunya berkisar antara15-24 derajat Celcius (lumayan kedinginan kalau saya).

Tambi Dalam Sejarah Kolonial Belanda
Agrowisata Tambi dikelola oleh PT Tambi, dulunya adalah perusahaan teh milik Belanda yang bernama Bagelen Thee & Kina Maatschappij (sampai sekarang di lokasi memang masih dijumpai tanaman Kina yang terkenal itu.....dan juga ini pengalaman pertama saya melihat tanaman bermanfaat satu itu), perusaahaan dikelola oleh NV Jhon Peet yang berkantor di Batavia (Jakarta saat ini). Setelah Indonesia merdeka perusahaan ini diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia. Namun, pasca Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949 (masihkah ingat sejarah KMB?), perkebunan ini dikembalikan lagi ke pemilik  semula (menurutku.mungkin karena keindahan, kesuburan dan kekayaan alamnya pula jadi rebutan dan bidikan komoditi orang asing). Pada tahun 1954 perkebunan dijual kepada NV eks PPN Sindoro Sumbing dan pada tahun 1957 NV eks Sindoro Sumbing bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Wonosobo mendirikan perusahaan baru yang diberi nama NV Tambi yang pada perkembangan selanjutnya menjadi PT Tambi (detail cerita perubahannya saya tidak tahu, maaf ya...).

Kembali pada bahasan Tea Walk 
Di agrowisata ini selain bisa menikmati keindahan suasana gunung yang menyejukkan mata dan hati kita bisa menikmati wisata Tea Walk. Apa itu Tea Walk?, sederhananya Tea Walk adalah jalan-jalan di perkebunan teh seperti yang kami lakukan dalam foto diatas (sumber foto dari teman). Di tempat ini ada 3 Rute Tea Walk, yaitu rute pendek (1-2 km), rute menengah (2-3 km), dan rute jauh (3-9 km), jangan khawatir tersesat bila anda mencoba Tea Walk disini karena ada pemandunya :). Selain mengajak jalan-jalan, pemandu akan menjelaskan perihal perkebunan teh di Tambi, menjelaskan cara memetik teh (kata pemandu kami, para pemetik teh sebelum  diterjunkan ke lapangan harus di training dulu selama minimal 6 bulan, hal ini penting untuk menjaga kualitas rasa teh yang akan diproses dan tanaman teh pasca petik), dan bila anda beruntung anda bisa bersalam sapa dengan gadis pemetik teh atau wanita pemetik teh (waktu saya tanya kenapa yang memetik harus wanita?, kata pemandu saya karena wanita itu lebih telaten dan halus dalam memetik pucuk teh...hmm mungkin biar tanaman tehnya tidak cepat rusak....hahaha :D), Dan yang lebih penting lagi adalah anda dapat mengabadikan keindahan perkebunan teh dengan kamera anda :D. Sebelumnya saya juga pernah melakukan Tea Walk (free tea walk tanpa pemandu) di perkebunan teh   yang berada di daerah Samigaluh-Kulonprogo, Provinsi DI Yogyakarta...tepatnya di sekitar Puncak Suroloyo. Bedanya, pada kesempatan di Tambi ini , setelah melakukan Tea Walk, kami diajak Factory Tour! wow....pengalaman yang sangat menarik bagi saya :) , jujur saja selama di ajak jalan-jalan berkeliling pabrik dan diajari berbagai pemprosesan teh dari pasca petik sampai jadi beragam produk teh itu telah membangkitkan rasa ingin tau saya dengan melontarkan banyak pertanyaan kepada pemandu tour (hehehe kepo banget) dan hasilnya.....lumayan deh saya jadi paham bagaimana memilih dan memperlakukan seduhan teh :) alhamdulillah dapat banyak ilmu.

anda berminat? silakan coba sendiri jalan-jalan ke Agrowisata Kebun Teh Tambi (hehe...berasa jadi marketingnya aja aku ini :D ), it's okay..... pengalaman menarik sayang untuk tidak diceritakan.... I LOVE INDONESIA....Beautiful Tambi-Wonosobo

Senin, 01 Oktober 2012

Menulislah Walau Sumur Ide Tampak Kering


Ketika anda akan menulis tetapi anda binggung hal apa yang akan anda tulis, lalu apa yang selanjutnya anda lakukan?

Apakah anda membaca beberapa buku dulu? diskusi dengan teman? jalan-jalan? atau melakukan aktivitas lain semacam tidur, makan, ngopi,dll? :D

Apapun pilihan anda, pastikan anda tetap istiqomah dengan niat baik anda untuk menulis :)
langkah selanjutnya...dan mulailah menulis :)

Sama halnya ketika beberapa saat yang lalu, saya membuka blog saya yang ternyata sudah lumayan lama tidak update tulisan baru, entah karena saya malas, sibuk dengan aktivitas akademik/non akademik, atau memang karena merasa tidak punya ide untuk dituliskan.

Saya rasa hal ini merupakan masalah yang paling sering dialami penulis, suatu hal yang membuat saya heran adalah walaupun ide itu kadang cepat datang kadang lambat, toh akhirnya "produk" tulisan itu tetap muncul pada para penulis profesional.

Lalu bagaimana dengan penulis pemula (seperti saya ini)?
Tersenyumlah sobat....dan tetap menulislah....seperti halnya saya ini yang menuliskan "kebinggungan" dan "kebuntuan ide" dalam menulis dan saya post-ingkan ke blog :)

Mungkin sebagian orang menganggap menulis atau membaca tulisan ini just wasting time.Tetapi bagi saya hal ini sebagai stimulant tercetusnya ide atau gagasan baru, dengan memulai menulis dengan menulis seperti ini anggap saja sebagai "pemanasan" sebelum kita beranjak ke "gerakan inti" yaitu menorehkan karya pikiran kita yang lebih "berisi".

Saya telah mencobanya dan.....emm...kini saya mulai bisa merangkai kata untuk membuat tulisan selanjutnya
:) walaupun kata-kata yang saya susun masih perlu di pertimbangkan, tapi biarlah...yang penting hari ini saya telah menghasilkan "sesuatu" yang mungkin bisa menginspirasi sobat semua.

Jika ingin mengawali sebuah tulisan mulailah dengan menulis, tulislah apa saja yang ada di dalam pikiran anda, tulislah apa yang ada di sekitar anda walaupun anda pikir itu adalah sesuatu hal yang remeh temeh sekalipun, karena bisa jadi apa yang anda pikir remeh temeh itu adalah sesuatu yang berharga bagi orang lain.

Sobat... menulislah walau sumur ide tampak kering, karena boleh jadi sesungguhnya sumur ide itu tidak kering.... hanya saja tertutup dedaunan yang membuat anda tak mampu melihatnya...maka sibaklah...dengan memulai menorehkan gagasanmu.

Semoga bisa memotivasi kita semua
Semarang, 2 Oktober 2012
salam sunflower
Indah Kurniasari

Selasa, 14 Agustus 2012

Sakitpun Tak Menyurutkan Peluhnya




Hari itu aku dan temanku sufana  mencoba menerobos sengatan mentari kota atlas,menerjang debu jalanan yang mengibas-ngibas bersama baju kami yang tertarik angin jalan,

ya... hari itu aku menemaninya untuk membeli bahan baku untuk pembuatan alat rakitannya dalam rangka pemenuhan syarat kelulusan (TA).....ku sambut tawaran itu karna mungkin ku jenuh setelah hari-hari  berbaringku meningkatkan imunitas....ku harap kan memberi warna pada rona wajah ini

sambil menunggunya pilah pilih bahan.... ku  duduk mengamati sekitar toko....hmm...sungguh bukan duniaku,,, ku tak mengerti komponen elektronika yang ada mengelilingi ku...yang ku tahu hanya kapasitor dan kabel...lainnya entahlah :)

tiba- tiba saja ku dengar suara " permisi mbak,,mau lewat ", "ngih pak, monggo..."

kulihat seorang bapak paruh baya dengan badan tak begitu besar memanggul sebuah kardus entah apa isinya....bapaknya nampak agak kepayahan...
hem....tunggu dulu... aq melihat leher belakang  bapak itu tertempel 3 koyo cabe!

setelah meletakkan kardus di tempatnya kulihat bapak yg rambutnya mulai beruban itu tampak nafasnya tersengal, basah keringat dan tatap mata kuyu..

ya Tuhan...apakah bapak itu dalam keadaan sakit?
tak lama kemudian pemilik toko meyodorkan upah kerjanya..bapak itu menghitung uangnya tepat di hadapanku...dan akupun tak sengaja ikut menghitungya
Rp 8.500,-
dan bapak itu segera menaruhnya di sakunya

masyaallah.....
pandanganku tak lepas olehnya...bola mataku mengikuti langkahnya meninggalkan toko..
dengan langkah gontai ia kembali ke becak kumuhnya...dan berbalik arah..
masyaallah ternyata beliau penarik becak...

seketika tampak olehku betapa dasyatnya seorang ayah tengah berjuang menghidupi keluarganya..
aku membayangkan betapa payahnya hidup di "kota" besar ini. betapa kerasnya perjuangan hidup...
hingga seorang bapak tetap bekerja kendati dirinya sedang sakit demi memberi sesuap nasi bagi anak istrinya...betapa mulianya.... :(

masyaallah....kendati sakit tetap produktif
atau karna tuntutan hidup ia berjuang untuk tetap produktif!
Ya Rabb.. jika ada seorang bapak yang rela berjuang dalam kondisi sakit untuk tetap bekerja mencari nafkah...jika ada seorang jendral besar Sudirman yang rela memimpin perang gerilya mempertahankan kemerdekaaan kendati dirinya sedang sakit keras..
kenapa diri ini begitu lemahnya pada keaadaan? betapa lemahnya mental ini dalam menghadapi badai kehidupan yang hanya sementara!
betapa gampangnya mengatakan sudah...sudah menyerah....!

Ya Rabb..... maafkanlah diri yang tak kunjung tau diri ini!
ampuni diri ini ya Rabb...

sobat...
belajarlah melihat...belajarlah "membaca"...belajarlah berubah...belajarlah bersyukur....belajarlah untuk tidak mengeluh...belajarlah tentang kerja keras... kesungguhan,,,dan keikhlasan...
semangat kawanku!
kita pasti bisa berubah menjadi lebih baik! insyallah ^_^


Banyak yang bilang bahwa sakit menurunkan produktifitas kerja, yaps mungkin hal itu tidaklah salah kawan...tapi yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana cara kita menyikapi dan menghadapi sakit itu sendiri. ada orang yang acuh dengan kondisi sakitnya, ada yang menyikapinya secara proposional ( berperilaku sesuai dengan kondisi) dan ada juga yang berprilaku berlebihan dalam menyikapi sakitnya. terkadang kita binggung dalam memaknai apa itu sehat apa itu sakit. sehat itu tidak sekedar tidak sakit, dan sakit itu bukan sekedar tidak sehat.Dalam Undang- Undang  Kesehatan N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru. Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.

Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat.

Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat. Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut:

  1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
  2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.
    • Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
    • Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
    • Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
  3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.
  4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.


Salam
Indah Kurniasari
Sunflower....semangat mencerahkan!
*sebuah catatan fb ku 3 Juni 2011

Untuk mu Saudara-saudariku



Untuk mu saudara-saudariku yang senantiasa dalam naungan hidayah-Nya. aamiin

Aku memang bukan mentari yang sinarnya memberikan kehidupan bagi bumi yang terhampar luas, bukan pula rembulan yang menyinari malam yang gelap pekat,tapi ku mencoba menjadi layaknya bunga matahari yang mahkotanya mengembang dan menyeruak ditengah-tengah padang rumput, ku coba tersenyum dan menceriakan hari-hari kita. Tersenyumlah saudariku ,karna tersenyum kepada saudaramu adalah sedekah. :)

Saudara-saudariku…tidaklah perlu menyalahkan gelap pekatnya malam dipengujung masa bulan, mari kita berikhtiar untuk bisa menerangi gubuk kecil kita ini. Lihatlah saudariku, kita telah menyalakan keempat lilin-lilin kecil itu, ia menyala dan menerangi gelap remang dunia muda kita, ya….keempat lilin itu. Lilin yang menghiasi ukhuwah antara aku,kamu dan dia...kita bersama. Seperti yang kita tau bahwa tiada yang sempurna di dunia ini, sebagaimana lilin kecil kita itu,yang sekeras apapun usaha kita mempertahankannya,suatu saat ia akan padam jua. Waktu pula yang akan menceraikan roh dengan raganya. Saudariku…. bila mungkin engkau lihat tiba-tiba angin menerobos masuk dan mematikan nyala lilin yang pertama,janganlah bersedih saudariku….sebagai seorang insan kita memang tak pernah lepas dari khilaf. Bila mungkin engkau lihat tiba-tiba angin menerobos masuk dan mematikan nyala lilin yang kedua, bersabarlah saudariku,karna bertahan di jalan taqwa ini memang tidak mudah. Bila mungkin engkau lihat tiba-tiba angin menerobos masuk dan mematikan nyala lilin yang ketiga, bersyukurlah saudariku…karna kita masih memiliki lilin yang keempat, ialah lilin harapan. Saudariku… mari kita bergandeng tangan, raihlah jemari ini…. kita raih kembali nyala api kita….hidupkan kembali lilin-lilin yang telah mati. Hidupkan kembali nyala jiwa-jiwa yang kian redup, karna mentari esok akan muncul kembali, bersemangatlah…jaga nyala lilin-lilin kita agar tetap menerangi hingga esok tiba…masa dimana bumi terang benderang dengan rahmat-Nya…Islam yang kita cintai. Keep spirit till the end….lillahita’ala, may Allah bless us forever.

Salam
Indah Kurniasari
Sunflower, semangat mencerahkan!
*sebuah catatan fb ku, 29 Oktober 2011

Indah Kurniasari