Thank You

Thank You For Your Visit ^_^

Minggu, 14 Oktober 2012

Seteguk Cerita Tea Walk Tambi



Cerita ini berawal dari acara Outward Bond Management Training Keluarga Besar Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro yang diadakan tanggal 7 dan 8 Oktober yang lalu. Ada banyak cerita yang ingin saya bagi sebenarnya, tetapi pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan tentang seteguk cerita Tea Walk Tambi. berikut cerita selengkapnya... :)

Sekilas tentang Agrowisata Kebun Teh Tambi, jujur saat itu pengalaman pertama saya jalan-jalan ke Kabupaten Wonosobo. Agrowisata ini berjarak sekitar 16 kilometer ke utara dari Kota Wonosobo, tepatnya di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar , Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Agrowisata seluas 829,14 ha ini terletak di lereng barat daya Gunung Sindoro. Secara geografis, agrowisata ini terletak diketinggian 800-2000 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan tingkat curah hujan 2.500-3.500 mm per tahun. sedangkan suhunya berkisar antara15-24 derajat Celcius (lumayan kedinginan kalau saya).

Tambi Dalam Sejarah Kolonial Belanda
Agrowisata Tambi dikelola oleh PT Tambi, dulunya adalah perusahaan teh milik Belanda yang bernama Bagelen Thee & Kina Maatschappij (sampai sekarang di lokasi memang masih dijumpai tanaman Kina yang terkenal itu.....dan juga ini pengalaman pertama saya melihat tanaman bermanfaat satu itu), perusaahaan dikelola oleh NV Jhon Peet yang berkantor di Batavia (Jakarta saat ini). Setelah Indonesia merdeka perusahaan ini diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia. Namun, pasca Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949 (masihkah ingat sejarah KMB?), perkebunan ini dikembalikan lagi ke pemilik  semula (menurutku.mungkin karena keindahan, kesuburan dan kekayaan alamnya pula jadi rebutan dan bidikan komoditi orang asing). Pada tahun 1954 perkebunan dijual kepada NV eks PPN Sindoro Sumbing dan pada tahun 1957 NV eks Sindoro Sumbing bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Wonosobo mendirikan perusahaan baru yang diberi nama NV Tambi yang pada perkembangan selanjutnya menjadi PT Tambi (detail cerita perubahannya saya tidak tahu, maaf ya...).

Kembali pada bahasan Tea Walk 
Di agrowisata ini selain bisa menikmati keindahan suasana gunung yang menyejukkan mata dan hati kita bisa menikmati wisata Tea Walk. Apa itu Tea Walk?, sederhananya Tea Walk adalah jalan-jalan di perkebunan teh seperti yang kami lakukan dalam foto diatas (sumber foto dari teman). Di tempat ini ada 3 Rute Tea Walk, yaitu rute pendek (1-2 km), rute menengah (2-3 km), dan rute jauh (3-9 km), jangan khawatir tersesat bila anda mencoba Tea Walk disini karena ada pemandunya :). Selain mengajak jalan-jalan, pemandu akan menjelaskan perihal perkebunan teh di Tambi, menjelaskan cara memetik teh (kata pemandu kami, para pemetik teh sebelum  diterjunkan ke lapangan harus di training dulu selama minimal 6 bulan, hal ini penting untuk menjaga kualitas rasa teh yang akan diproses dan tanaman teh pasca petik), dan bila anda beruntung anda bisa bersalam sapa dengan gadis pemetik teh atau wanita pemetik teh (waktu saya tanya kenapa yang memetik harus wanita?, kata pemandu saya karena wanita itu lebih telaten dan halus dalam memetik pucuk teh...hmm mungkin biar tanaman tehnya tidak cepat rusak....hahaha :D), Dan yang lebih penting lagi adalah anda dapat mengabadikan keindahan perkebunan teh dengan kamera anda :D. Sebelumnya saya juga pernah melakukan Tea Walk (free tea walk tanpa pemandu) di perkebunan teh   yang berada di daerah Samigaluh-Kulonprogo, Provinsi DI Yogyakarta...tepatnya di sekitar Puncak Suroloyo. Bedanya, pada kesempatan di Tambi ini , setelah melakukan Tea Walk, kami diajak Factory Tour! wow....pengalaman yang sangat menarik bagi saya :) , jujur saja selama di ajak jalan-jalan berkeliling pabrik dan diajari berbagai pemprosesan teh dari pasca petik sampai jadi beragam produk teh itu telah membangkitkan rasa ingin tau saya dengan melontarkan banyak pertanyaan kepada pemandu tour (hehehe kepo banget) dan hasilnya.....lumayan deh saya jadi paham bagaimana memilih dan memperlakukan seduhan teh :) alhamdulillah dapat banyak ilmu.

anda berminat? silakan coba sendiri jalan-jalan ke Agrowisata Kebun Teh Tambi (hehe...berasa jadi marketingnya aja aku ini :D ), it's okay..... pengalaman menarik sayang untuk tidak diceritakan.... I LOVE INDONESIA....Beautiful Tambi-Wonosobo

Senin, 01 Oktober 2012

Menulislah Walau Sumur Ide Tampak Kering


Ketika anda akan menulis tetapi anda binggung hal apa yang akan anda tulis, lalu apa yang selanjutnya anda lakukan?

Apakah anda membaca beberapa buku dulu? diskusi dengan teman? jalan-jalan? atau melakukan aktivitas lain semacam tidur, makan, ngopi,dll? :D

Apapun pilihan anda, pastikan anda tetap istiqomah dengan niat baik anda untuk menulis :)
langkah selanjutnya...dan mulailah menulis :)

Sama halnya ketika beberapa saat yang lalu, saya membuka blog saya yang ternyata sudah lumayan lama tidak update tulisan baru, entah karena saya malas, sibuk dengan aktivitas akademik/non akademik, atau memang karena merasa tidak punya ide untuk dituliskan.

Saya rasa hal ini merupakan masalah yang paling sering dialami penulis, suatu hal yang membuat saya heran adalah walaupun ide itu kadang cepat datang kadang lambat, toh akhirnya "produk" tulisan itu tetap muncul pada para penulis profesional.

Lalu bagaimana dengan penulis pemula (seperti saya ini)?
Tersenyumlah sobat....dan tetap menulislah....seperti halnya saya ini yang menuliskan "kebinggungan" dan "kebuntuan ide" dalam menulis dan saya post-ingkan ke blog :)

Mungkin sebagian orang menganggap menulis atau membaca tulisan ini just wasting time.Tetapi bagi saya hal ini sebagai stimulant tercetusnya ide atau gagasan baru, dengan memulai menulis dengan menulis seperti ini anggap saja sebagai "pemanasan" sebelum kita beranjak ke "gerakan inti" yaitu menorehkan karya pikiran kita yang lebih "berisi".

Saya telah mencobanya dan.....emm...kini saya mulai bisa merangkai kata untuk membuat tulisan selanjutnya
:) walaupun kata-kata yang saya susun masih perlu di pertimbangkan, tapi biarlah...yang penting hari ini saya telah menghasilkan "sesuatu" yang mungkin bisa menginspirasi sobat semua.

Jika ingin mengawali sebuah tulisan mulailah dengan menulis, tulislah apa saja yang ada di dalam pikiran anda, tulislah apa yang ada di sekitar anda walaupun anda pikir itu adalah sesuatu hal yang remeh temeh sekalipun, karena bisa jadi apa yang anda pikir remeh temeh itu adalah sesuatu yang berharga bagi orang lain.

Sobat... menulislah walau sumur ide tampak kering, karena boleh jadi sesungguhnya sumur ide itu tidak kering.... hanya saja tertutup dedaunan yang membuat anda tak mampu melihatnya...maka sibaklah...dengan memulai menorehkan gagasanmu.

Semoga bisa memotivasi kita semua
Semarang, 2 Oktober 2012
salam sunflower
Indah Kurniasari

Selasa, 14 Agustus 2012

Sakitpun Tak Menyurutkan Peluhnya




Hari itu aku dan temanku sufana  mencoba menerobos sengatan mentari kota atlas,menerjang debu jalanan yang mengibas-ngibas bersama baju kami yang tertarik angin jalan,

ya... hari itu aku menemaninya untuk membeli bahan baku untuk pembuatan alat rakitannya dalam rangka pemenuhan syarat kelulusan (TA).....ku sambut tawaran itu karna mungkin ku jenuh setelah hari-hari  berbaringku meningkatkan imunitas....ku harap kan memberi warna pada rona wajah ini

sambil menunggunya pilah pilih bahan.... ku  duduk mengamati sekitar toko....hmm...sungguh bukan duniaku,,, ku tak mengerti komponen elektronika yang ada mengelilingi ku...yang ku tahu hanya kapasitor dan kabel...lainnya entahlah :)

tiba- tiba saja ku dengar suara " permisi mbak,,mau lewat ", "ngih pak, monggo..."

kulihat seorang bapak paruh baya dengan badan tak begitu besar memanggul sebuah kardus entah apa isinya....bapaknya nampak agak kepayahan...
hem....tunggu dulu... aq melihat leher belakang  bapak itu tertempel 3 koyo cabe!

setelah meletakkan kardus di tempatnya kulihat bapak yg rambutnya mulai beruban itu tampak nafasnya tersengal, basah keringat dan tatap mata kuyu..

ya Tuhan...apakah bapak itu dalam keadaan sakit?
tak lama kemudian pemilik toko meyodorkan upah kerjanya..bapak itu menghitung uangnya tepat di hadapanku...dan akupun tak sengaja ikut menghitungya
Rp 8.500,-
dan bapak itu segera menaruhnya di sakunya

masyaallah.....
pandanganku tak lepas olehnya...bola mataku mengikuti langkahnya meninggalkan toko..
dengan langkah gontai ia kembali ke becak kumuhnya...dan berbalik arah..
masyaallah ternyata beliau penarik becak...

seketika tampak olehku betapa dasyatnya seorang ayah tengah berjuang menghidupi keluarganya..
aku membayangkan betapa payahnya hidup di "kota" besar ini. betapa kerasnya perjuangan hidup...
hingga seorang bapak tetap bekerja kendati dirinya sedang sakit demi memberi sesuap nasi bagi anak istrinya...betapa mulianya.... :(

masyaallah....kendati sakit tetap produktif
atau karna tuntutan hidup ia berjuang untuk tetap produktif!
Ya Rabb.. jika ada seorang bapak yang rela berjuang dalam kondisi sakit untuk tetap bekerja mencari nafkah...jika ada seorang jendral besar Sudirman yang rela memimpin perang gerilya mempertahankan kemerdekaaan kendati dirinya sedang sakit keras..
kenapa diri ini begitu lemahnya pada keaadaan? betapa lemahnya mental ini dalam menghadapi badai kehidupan yang hanya sementara!
betapa gampangnya mengatakan sudah...sudah menyerah....!

Ya Rabb..... maafkanlah diri yang tak kunjung tau diri ini!
ampuni diri ini ya Rabb...

sobat...
belajarlah melihat...belajarlah "membaca"...belajarlah berubah...belajarlah bersyukur....belajarlah untuk tidak mengeluh...belajarlah tentang kerja keras... kesungguhan,,,dan keikhlasan...
semangat kawanku!
kita pasti bisa berubah menjadi lebih baik! insyallah ^_^


Banyak yang bilang bahwa sakit menurunkan produktifitas kerja, yaps mungkin hal itu tidaklah salah kawan...tapi yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana cara kita menyikapi dan menghadapi sakit itu sendiri. ada orang yang acuh dengan kondisi sakitnya, ada yang menyikapinya secara proposional ( berperilaku sesuai dengan kondisi) dan ada juga yang berprilaku berlebihan dalam menyikapi sakitnya. terkadang kita binggung dalam memaknai apa itu sehat apa itu sakit. sehat itu tidak sekedar tidak sakit, dan sakit itu bukan sekedar tidak sehat.Dalam Undang- Undang  Kesehatan N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru. Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.

Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat.

Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat. Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut:

  1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
  2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.
    • Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
    • Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
    • Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
  3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.
  4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.


Salam
Indah Kurniasari
Sunflower....semangat mencerahkan!
*sebuah catatan fb ku 3 Juni 2011

Untuk mu Saudara-saudariku



Untuk mu saudara-saudariku yang senantiasa dalam naungan hidayah-Nya. aamiin

Aku memang bukan mentari yang sinarnya memberikan kehidupan bagi bumi yang terhampar luas, bukan pula rembulan yang menyinari malam yang gelap pekat,tapi ku mencoba menjadi layaknya bunga matahari yang mahkotanya mengembang dan menyeruak ditengah-tengah padang rumput, ku coba tersenyum dan menceriakan hari-hari kita. Tersenyumlah saudariku ,karna tersenyum kepada saudaramu adalah sedekah. :)

Saudara-saudariku…tidaklah perlu menyalahkan gelap pekatnya malam dipengujung masa bulan, mari kita berikhtiar untuk bisa menerangi gubuk kecil kita ini. Lihatlah saudariku, kita telah menyalakan keempat lilin-lilin kecil itu, ia menyala dan menerangi gelap remang dunia muda kita, ya….keempat lilin itu. Lilin yang menghiasi ukhuwah antara aku,kamu dan dia...kita bersama. Seperti yang kita tau bahwa tiada yang sempurna di dunia ini, sebagaimana lilin kecil kita itu,yang sekeras apapun usaha kita mempertahankannya,suatu saat ia akan padam jua. Waktu pula yang akan menceraikan roh dengan raganya. Saudariku…. bila mungkin engkau lihat tiba-tiba angin menerobos masuk dan mematikan nyala lilin yang pertama,janganlah bersedih saudariku….sebagai seorang insan kita memang tak pernah lepas dari khilaf. Bila mungkin engkau lihat tiba-tiba angin menerobos masuk dan mematikan nyala lilin yang kedua, bersabarlah saudariku,karna bertahan di jalan taqwa ini memang tidak mudah. Bila mungkin engkau lihat tiba-tiba angin menerobos masuk dan mematikan nyala lilin yang ketiga, bersyukurlah saudariku…karna kita masih memiliki lilin yang keempat, ialah lilin harapan. Saudariku… mari kita bergandeng tangan, raihlah jemari ini…. kita raih kembali nyala api kita….hidupkan kembali lilin-lilin yang telah mati. Hidupkan kembali nyala jiwa-jiwa yang kian redup, karna mentari esok akan muncul kembali, bersemangatlah…jaga nyala lilin-lilin kita agar tetap menerangi hingga esok tiba…masa dimana bumi terang benderang dengan rahmat-Nya…Islam yang kita cintai. Keep spirit till the end….lillahita’ala, may Allah bless us forever.

Salam
Indah Kurniasari
Sunflower, semangat mencerahkan!
*sebuah catatan fb ku, 29 Oktober 2011

Minggu, 22 Juli 2012

Ramadhan Ku Torehkan Harapan

Pra Ramadhan 1433 H

hal apa yang istimewa dari Ramadhan tahun ini?
ya tentu saja :)

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah mencurahkan betapa banyaknya nikmat...yang sering kali kita sebagai manusia "lupa" untuk mensyukurinya. aku masih ingat kurang lebih 4 tahun yang lalu..September 2008 adalah pertama kalinya aku beribadah Ramadhan jauh dari orang tua. saat itu aku memutuskan untuk mengambil kesempatan  kuliah di salah satu  universitas negeri ternama di Pulau Jawa. dengan sejuta harapan dan impian untuk mendapatkan pengalaman hidup yang "lebih" banyak, meski banyak orang termasuk ortu yang ragu dan tak percaya anak perempuannya ini bisa lepas jauh dari orang tua :) ya...memang sejak kecil aku dikenal dengan sebutan "anak rumahan"...ya ragaku memang dirumah tapi pikiranku sesungguhnya telah berkeliling dunia.. (lho....). *dengan buku telah ku jelajahi dunia.

lalu apa yang istimewa?
yang istimewa dari Ramadhan tahun ini adalah tiga kata yang kini bersanding dibelakang namaku "SKM" Sarjana Kesehatan Masyarakat. sebuah kado terindah di Ramadhan tahun ini...alhamdulillah...sudah setahun saya tidak pulang ke "kota halaman"..setahun pula tak bertemu bapak dan ibu...kemarin sewaktu wisuda 12 Juli 2012 mereka datang tuk menyaksikan putrinya diresmikan menjadi wisudawati angkatan'84 FKM..alhamdulillah...bisa melepas rindu yang telah meradang...saat wisuda kemarin aku sempat mencuri pandang saat namaku dibacakan aku langsung melihat kearah tempat duduk mereka...sekilas ku lihat kedua matanya berkaca-kaca...ibu....entah karna engkau terharu atau bangga...atau justru sedih...aku tak melanjutkan menatapnya lagi.....

lalu?
Tak pernah terpikir olehku sebelumnya, kupikir dulu 2 tahunan atau setahunan yang lalu setelah ku merampungkan studi maka aku akan segera kembali ke tanah kelahiran dan kembali mengabdi...dan nyatanya tidak, aku harus bersabar lagi....di Ramadhan tahun ini masih ku lalui di tanah rantau....sambil menggantungkan harapan, cinta dan cita-citaku pada Nya...Allah SWT....jika memang diri ini Engkau kehendaki untuk mengabdi pada umat...tempatkanlah aku dimana aku akan memberikan banyak manfaat bagi umat...bangsa dan agama.

Ramadhan 1433 H

Ramadhan kembali kan ku torehkan harapan....menjadi seorang sarjana bukanlah akhir segalanya..karna sesungguhnya ini adalah awal sebuah kehidupan yang baru...kini keadaan begitu banyak berubah dan ku harus kembali menata rencana kehidupan....hidup ini hanya sekali..dan  semakin bertambah hari semakin dekat diri ini pada ajal kematian....yang ku takutkan adalah bila saat itu tiba diri ini belum menjadi orang yang menebar kemanfaatan bagi orang lain...Ya Allah....tuntunlah diri ini untuk segera memperbaiki diri...betapa ku sadari banyak kekurangan disana sini...monitoring yang saya lakukan sendiri...belum banyak progress yang terjadi pada diri ini..sedangkan dunia ini betapa cepatnya berubah...peningkatan kompetensi diri harus segera dilakukan! maksimalkan ikhtiar untuk wujudkan mimpi-mimpi yang ingin di wujudkan..Ya Rabb..berikanlah kekuatan...

Ramadhan 1433 H
semoga bisa menjadi sarana menempa diri....dengannya aku ber-muhasabah, dengannya ku memperbaiki diri, dengannya ku membakar semangat meraih cita-cita.....berharap...berdo'a..dan memohon ampunan-Nya.


masih di Semarang
Torehan Indah Kurniasari


Minggu, 08 April 2012

"Habis Gelap Terbitlah Terang" Generasi Kartini Lebih Sehat


Ingat April ingat Ibu Kartini, right? 

Sekitar 108 tahun yang lalu beliau meninggal karena mengalami komplikasi  saat melahirkan anak pertamanya dalam usia 25 tahun, salah satu sebabnya adalah preeklamsia...hmm.... tidak jauh beda dengan kondisi Indonesia 2012 ...AKB dan AKI masih tinggi...preeklamsia dan eklamsia menduduki peringkat kedua penyebab kematian ibu melahirkan di Indonesia yakni 24 persen (SDKI2007)


not only remember but also lets we care about it... :)

Kesadaran akan pentingnya hal ini sangat penting guna mengurangi kematian bayi dan ibu di Indonesia. Perkembangan teknologi kedokteran modern semestinya bisa mengatasi masalah tersebut. Tetapi secanggih apapun teknologi yang ada bila tidak didukung dengan perubahan perilaku, yang diawali dengan perubahan pengetahuan tidak akan berefek terlalu banyak, wanita dan keluarga dalam hal ini suami juga harus peduli dan sadar akan pentingnya pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak. 

Masyarakat yang telah mendapatkan pendidikan yang baik (high educated) biasanya memiliki kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya pengetahuan kesehatan, lalu bagaimana  dengan masyarakat yang kurang berpendidikan (low educated)?. Jumlah masyarakat yang low educated jauh lebih banyak dari pada yang educated, hal ini masih juga menjadi masalah negara yang belum terselesaikan juga masalah low income (pendapatan rendah). Apakah penyelesaian masalah tingginya AKI dan AKB harus menunggu penyelesaian masalah-masalah tadi?. Memang benar masalah ekonomi, kesehatan, dan pendidikan memang saling berpengaruh, tetapi jika penyelesaian masalah kesehatan harus menunggu masalah ekonomi dan pendidikan selesai(kualitas dan kuantitas pendidikan) mau menunggu sampai kapan?. Sebenarnya pemerintah telah berupaya memberikan pendidikan kesehatan dengan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat lewat kegiatan posyandu, lewat bidan, melalui poster, leaflet,dan berbagai media lainnya. Apakah semua itu sudah efektif?. 

Upaya-upaya tersebut mungkin telah sukses merubah pengetahuan masyarakat dari yang tidak tahu menjadi tahu, masalah selanjutnya adalah akankah masyarakat yang sudah memperoleh pengetahuan tadi mau dan mampu mempraktikan pengetahuan yang didapat?. dalam hal ini perlu diupayakan kemandirian dari masyarakat itu sendiri dalam upaya mencerdaskan masyarakat itu sendiri, peran serta keluarga juga penting untuk memberikan dukungan kepada ibu atau untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat.

Peran wanita yang di jaman sekarangpun telah banyak bergeser, dahulu ketika di jaman Kartini wanita hanya sebagai "konco wingking" (bahasa jawa= teman di belakang) hanya berperan mengurusi anak dan suami tanpa mendapat kesempatan mengenyam pendidikan yang tinggi, memang wajar jika kasus kematian ibu dan bayi tinggi. Lalu bagaimana dengan wanita jaman sekarang yang dapat mengenyam pendidikan  jauh lebih tinggi, kenapa angka kematian ibu dan bayi masih tinggi?. apakah karena belum meratanya pendidikan di kalangan wanita?. Jika memang begitu, sudah semestinya pergerakan wanita Indonesia diarahkan tidak hanya menuntut hak atas kesetaraan gender atau emansipasi wanita saja, tapi harus lebih gencar lagi mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi bagi kaumnya. Para wanita Indonesia yang mendapat kesempatan mengeyam pendidikan tinggi sudah semestinya berbagi dengan wanita yang lain yang kurang beruntung. Pendidikan kesehatan bagi wanita atau para remaja putri terutama merupakan tanggung jawab semua kalangan, terutama bagi kaum wanita. 

Tempo dulu Kartini memperjuangkan pendidikan bagi wanita indonesia, "habis gelap terbitlah terang" sebuah judul buku yang terkenal menggambarkan pemikiran dan perjuangan kartini. Meneladani semangat Kartini yang berjuang demi kemajuan kaumnya yang  saat itu kurang mendapat pendidikan yang layak, maka tugas kaum wanita di jaman moderen ini adalah bagaimana wanita bisa memperjuangkan kaumnya untuk dapat menjaga kesehatan reproduksinya,hidup lebih sehat, dan mampu melahirkan keturunan yang sehat dan berkualitas, serta mengurangi risiko kematian akibat melahirkan melalui pendidikan . Wanita bisa membantu menyebarkan pengetahuan yang dimilikinya kepada sesamanya. sebagaimana perjuangan kartini dulu, maka yang pertama kali harus diperjuangkan adalah bagamana memberikan pengetahuan yang baik kepada wanita tentang kesehatan, diharapkan dengan pengetahuan yang baik akan mempengaruhi perilakunya agar bisa berubah menjadi lebih sehat yang nantinya akan merubah kondisi menjadi lebih sehat. Tidak dapat dipungkiri, walaupun wanita karir sesibuk apapun, peran wanita dalam menjaga kesehatan keluarganya sangat besar. Bisa dibayangkan bila para wanita Indonesia mempunyai pengetahuan yang baik dalam menjaga kesehatan maka hal ini juga berpengaruh pada kesehatan  keluarganya. Pendidikan kesehatan bagi wanita penting diusahakan, baik itu dari pemerintah maupun non-pemerintah. Kemandirian masyarakat terutama kaum wanita sangat penting dalam upaya mewujudkan wanita yang berpengetahuan kesehatan yang baik demi menciptakan keluarga yang sehat.



Kamis, 15 Maret 2012

Karena Aku Cinta


karena aku cinta....
cinta motivasi terbesar dalam kehidupan....
cintailah apa yang anda miliki...
cintailah aktivitasmu..
cintailah pekerjaanmu..
fokuslah pada hal-hal yang anda miliki..
maka bekerjalah dengan cinta
maka berjuanglah dengan cinta
bekerjalah bukan karena uang...
karna uang hanya akan menjerumuskan dalam lubang ketamakan(KKN dan semacamnya)
dengan cinta kan menghadirkan keikhlasan
dengan cinta kan menghadirkan passion
teruskan meningkatkan kualitas diri...
jangan pernah takut bermimpi....
karna mimpi itu gratis..
tidak perlu membayar sepeserpun!...
kenapa mesti takut?
tidak akan ada orang yg meminta bayaran karna anda bermimpi...
semua orang bisa bermimpi!
maka bermimpilah...
bermimpilah setinggi-tingginya...
Allah kan mengabulkan doa hamba-hamba- Nya....cepat atau lambat
jika mimpimu hanya 3 maka Allah akan mengabulkan 3
jika mimpimu 10 maka akan di kabulkan 10
Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya
sinkronkan antara pikiran,hati ,doa dan usaha anda
jangan pernah takut  memvisualisasikannya...
jangan ragu tuk menghadirkannya dalam kehidupan nyata....
jangan melemahkan diri dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada....
ubah paradigma berfikir....
bisa dan yakin bisa..
jika anda tidak yakin doa anda akan menjadi nyata..
bagaimana mungkin Allah akan yakin akan mengabulkan doamu
maka yakinlah...
syukur, sabar dan ikhlas...
tetap optimis....
gapai mimpimu dengan cinta...
karena aku cinta...
semangat takkan padam tuk melangkahkan kaki ini menjalani perjalanan menuju tempat imipian...
karena aku cinta
langkah ini kan terasa ringan dan bahagia...
get passion....get spirit...
the power of love...
love because Allah
i have a dream.....
you have a dream
semangatlah wujudkan mimpi
demikianlah aku menulisnya dengan cinta 

Indah Kurniasari