Thank You

Thank You For Your Visit ^_^

Selasa, 14 Agustus 2012

Sakitpun Tak Menyurutkan Peluhnya




Hari itu aku dan temanku sufana  mencoba menerobos sengatan mentari kota atlas,menerjang debu jalanan yang mengibas-ngibas bersama baju kami yang tertarik angin jalan,

ya... hari itu aku menemaninya untuk membeli bahan baku untuk pembuatan alat rakitannya dalam rangka pemenuhan syarat kelulusan (TA).....ku sambut tawaran itu karna mungkin ku jenuh setelah hari-hari  berbaringku meningkatkan imunitas....ku harap kan memberi warna pada rona wajah ini

sambil menunggunya pilah pilih bahan.... ku  duduk mengamati sekitar toko....hmm...sungguh bukan duniaku,,, ku tak mengerti komponen elektronika yang ada mengelilingi ku...yang ku tahu hanya kapasitor dan kabel...lainnya entahlah :)

tiba- tiba saja ku dengar suara " permisi mbak,,mau lewat ", "ngih pak, monggo..."

kulihat seorang bapak paruh baya dengan badan tak begitu besar memanggul sebuah kardus entah apa isinya....bapaknya nampak agak kepayahan...
hem....tunggu dulu... aq melihat leher belakang  bapak itu tertempel 3 koyo cabe!

setelah meletakkan kardus di tempatnya kulihat bapak yg rambutnya mulai beruban itu tampak nafasnya tersengal, basah keringat dan tatap mata kuyu..

ya Tuhan...apakah bapak itu dalam keadaan sakit?
tak lama kemudian pemilik toko meyodorkan upah kerjanya..bapak itu menghitung uangnya tepat di hadapanku...dan akupun tak sengaja ikut menghitungya
Rp 8.500,-
dan bapak itu segera menaruhnya di sakunya

masyaallah.....
pandanganku tak lepas olehnya...bola mataku mengikuti langkahnya meninggalkan toko..
dengan langkah gontai ia kembali ke becak kumuhnya...dan berbalik arah..
masyaallah ternyata beliau penarik becak...

seketika tampak olehku betapa dasyatnya seorang ayah tengah berjuang menghidupi keluarganya..
aku membayangkan betapa payahnya hidup di "kota" besar ini. betapa kerasnya perjuangan hidup...
hingga seorang bapak tetap bekerja kendati dirinya sedang sakit demi memberi sesuap nasi bagi anak istrinya...betapa mulianya.... :(

masyaallah....kendati sakit tetap produktif
atau karna tuntutan hidup ia berjuang untuk tetap produktif!
Ya Rabb.. jika ada seorang bapak yang rela berjuang dalam kondisi sakit untuk tetap bekerja mencari nafkah...jika ada seorang jendral besar Sudirman yang rela memimpin perang gerilya mempertahankan kemerdekaaan kendati dirinya sedang sakit keras..
kenapa diri ini begitu lemahnya pada keaadaan? betapa lemahnya mental ini dalam menghadapi badai kehidupan yang hanya sementara!
betapa gampangnya mengatakan sudah...sudah menyerah....!

Ya Rabb..... maafkanlah diri yang tak kunjung tau diri ini!
ampuni diri ini ya Rabb...

sobat...
belajarlah melihat...belajarlah "membaca"...belajarlah berubah...belajarlah bersyukur....belajarlah untuk tidak mengeluh...belajarlah tentang kerja keras... kesungguhan,,,dan keikhlasan...
semangat kawanku!
kita pasti bisa berubah menjadi lebih baik! insyallah ^_^


Banyak yang bilang bahwa sakit menurunkan produktifitas kerja, yaps mungkin hal itu tidaklah salah kawan...tapi yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana cara kita menyikapi dan menghadapi sakit itu sendiri. ada orang yang acuh dengan kondisi sakitnya, ada yang menyikapinya secara proposional ( berperilaku sesuai dengan kondisi) dan ada juga yang berprilaku berlebihan dalam menyikapi sakitnya. terkadang kita binggung dalam memaknai apa itu sehat apa itu sakit. sehat itu tidak sekedar tidak sakit, dan sakit itu bukan sekedar tidak sehat.Dalam Undang- Undang  Kesehatan N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru. Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.

Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat.

Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat. Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut:

  1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
  2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.
    • Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
    • Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
    • Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
  3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.
  4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.


Salam
Indah Kurniasari
Sunflower....semangat mencerahkan!
*sebuah catatan fb ku 3 Juni 2011

Untuk mu Saudara-saudariku



Untuk mu saudara-saudariku yang senantiasa dalam naungan hidayah-Nya. aamiin

Aku memang bukan mentari yang sinarnya memberikan kehidupan bagi bumi yang terhampar luas, bukan pula rembulan yang menyinari malam yang gelap pekat,tapi ku mencoba menjadi layaknya bunga matahari yang mahkotanya mengembang dan menyeruak ditengah-tengah padang rumput, ku coba tersenyum dan menceriakan hari-hari kita. Tersenyumlah saudariku ,karna tersenyum kepada saudaramu adalah sedekah. :)

Saudara-saudariku…tidaklah perlu menyalahkan gelap pekatnya malam dipengujung masa bulan, mari kita berikhtiar untuk bisa menerangi gubuk kecil kita ini. Lihatlah saudariku, kita telah menyalakan keempat lilin-lilin kecil itu, ia menyala dan menerangi gelap remang dunia muda kita, ya….keempat lilin itu. Lilin yang menghiasi ukhuwah antara aku,kamu dan dia...kita bersama. Seperti yang kita tau bahwa tiada yang sempurna di dunia ini, sebagaimana lilin kecil kita itu,yang sekeras apapun usaha kita mempertahankannya,suatu saat ia akan padam jua. Waktu pula yang akan menceraikan roh dengan raganya. Saudariku…. bila mungkin engkau lihat tiba-tiba angin menerobos masuk dan mematikan nyala lilin yang pertama,janganlah bersedih saudariku….sebagai seorang insan kita memang tak pernah lepas dari khilaf. Bila mungkin engkau lihat tiba-tiba angin menerobos masuk dan mematikan nyala lilin yang kedua, bersabarlah saudariku,karna bertahan di jalan taqwa ini memang tidak mudah. Bila mungkin engkau lihat tiba-tiba angin menerobos masuk dan mematikan nyala lilin yang ketiga, bersyukurlah saudariku…karna kita masih memiliki lilin yang keempat, ialah lilin harapan. Saudariku… mari kita bergandeng tangan, raihlah jemari ini…. kita raih kembali nyala api kita….hidupkan kembali lilin-lilin yang telah mati. Hidupkan kembali nyala jiwa-jiwa yang kian redup, karna mentari esok akan muncul kembali, bersemangatlah…jaga nyala lilin-lilin kita agar tetap menerangi hingga esok tiba…masa dimana bumi terang benderang dengan rahmat-Nya…Islam yang kita cintai. Keep spirit till the end….lillahita’ala, may Allah bless us forever.

Salam
Indah Kurniasari
Sunflower, semangat mencerahkan!
*sebuah catatan fb ku, 29 Oktober 2011

Minggu, 22 Juli 2012

Ramadhan Ku Torehkan Harapan

Pra Ramadhan 1433 H

hal apa yang istimewa dari Ramadhan tahun ini?
ya tentu saja :)

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah mencurahkan betapa banyaknya nikmat...yang sering kali kita sebagai manusia "lupa" untuk mensyukurinya. aku masih ingat kurang lebih 4 tahun yang lalu..September 2008 adalah pertama kalinya aku beribadah Ramadhan jauh dari orang tua. saat itu aku memutuskan untuk mengambil kesempatan  kuliah di salah satu  universitas negeri ternama di Pulau Jawa. dengan sejuta harapan dan impian untuk mendapatkan pengalaman hidup yang "lebih" banyak, meski banyak orang termasuk ortu yang ragu dan tak percaya anak perempuannya ini bisa lepas jauh dari orang tua :) ya...memang sejak kecil aku dikenal dengan sebutan "anak rumahan"...ya ragaku memang dirumah tapi pikiranku sesungguhnya telah berkeliling dunia.. (lho....). *dengan buku telah ku jelajahi dunia.

lalu apa yang istimewa?
yang istimewa dari Ramadhan tahun ini adalah tiga kata yang kini bersanding dibelakang namaku "SKM" Sarjana Kesehatan Masyarakat. sebuah kado terindah di Ramadhan tahun ini...alhamdulillah...sudah setahun saya tidak pulang ke "kota halaman"..setahun pula tak bertemu bapak dan ibu...kemarin sewaktu wisuda 12 Juli 2012 mereka datang tuk menyaksikan putrinya diresmikan menjadi wisudawati angkatan'84 FKM..alhamdulillah...bisa melepas rindu yang telah meradang...saat wisuda kemarin aku sempat mencuri pandang saat namaku dibacakan aku langsung melihat kearah tempat duduk mereka...sekilas ku lihat kedua matanya berkaca-kaca...ibu....entah karna engkau terharu atau bangga...atau justru sedih...aku tak melanjutkan menatapnya lagi.....

lalu?
Tak pernah terpikir olehku sebelumnya, kupikir dulu 2 tahunan atau setahunan yang lalu setelah ku merampungkan studi maka aku akan segera kembali ke tanah kelahiran dan kembali mengabdi...dan nyatanya tidak, aku harus bersabar lagi....di Ramadhan tahun ini masih ku lalui di tanah rantau....sambil menggantungkan harapan, cinta dan cita-citaku pada Nya...Allah SWT....jika memang diri ini Engkau kehendaki untuk mengabdi pada umat...tempatkanlah aku dimana aku akan memberikan banyak manfaat bagi umat...bangsa dan agama.

Ramadhan 1433 H

Ramadhan kembali kan ku torehkan harapan....menjadi seorang sarjana bukanlah akhir segalanya..karna sesungguhnya ini adalah awal sebuah kehidupan yang baru...kini keadaan begitu banyak berubah dan ku harus kembali menata rencana kehidupan....hidup ini hanya sekali..dan  semakin bertambah hari semakin dekat diri ini pada ajal kematian....yang ku takutkan adalah bila saat itu tiba diri ini belum menjadi orang yang menebar kemanfaatan bagi orang lain...Ya Allah....tuntunlah diri ini untuk segera memperbaiki diri...betapa ku sadari banyak kekurangan disana sini...monitoring yang saya lakukan sendiri...belum banyak progress yang terjadi pada diri ini..sedangkan dunia ini betapa cepatnya berubah...peningkatan kompetensi diri harus segera dilakukan! maksimalkan ikhtiar untuk wujudkan mimpi-mimpi yang ingin di wujudkan..Ya Rabb..berikanlah kekuatan...

Ramadhan 1433 H
semoga bisa menjadi sarana menempa diri....dengannya aku ber-muhasabah, dengannya ku memperbaiki diri, dengannya ku membakar semangat meraih cita-cita.....berharap...berdo'a..dan memohon ampunan-Nya.


masih di Semarang
Torehan Indah Kurniasari


Minggu, 08 April 2012

"Habis Gelap Terbitlah Terang" Generasi Kartini Lebih Sehat


Ingat April ingat Ibu Kartini, right? 

Sekitar 108 tahun yang lalu beliau meninggal karena mengalami komplikasi  saat melahirkan anak pertamanya dalam usia 25 tahun, salah satu sebabnya adalah preeklamsia...hmm.... tidak jauh beda dengan kondisi Indonesia 2012 ...AKB dan AKI masih tinggi...preeklamsia dan eklamsia menduduki peringkat kedua penyebab kematian ibu melahirkan di Indonesia yakni 24 persen (SDKI2007)


not only remember but also lets we care about it... :)

Kesadaran akan pentingnya hal ini sangat penting guna mengurangi kematian bayi dan ibu di Indonesia. Perkembangan teknologi kedokteran modern semestinya bisa mengatasi masalah tersebut. Tetapi secanggih apapun teknologi yang ada bila tidak didukung dengan perubahan perilaku, yang diawali dengan perubahan pengetahuan tidak akan berefek terlalu banyak, wanita dan keluarga dalam hal ini suami juga harus peduli dan sadar akan pentingnya pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak. 

Masyarakat yang telah mendapatkan pendidikan yang baik (high educated) biasanya memiliki kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya pengetahuan kesehatan, lalu bagaimana  dengan masyarakat yang kurang berpendidikan (low educated)?. Jumlah masyarakat yang low educated jauh lebih banyak dari pada yang educated, hal ini masih juga menjadi masalah negara yang belum terselesaikan juga masalah low income (pendapatan rendah). Apakah penyelesaian masalah tingginya AKI dan AKB harus menunggu penyelesaian masalah-masalah tadi?. Memang benar masalah ekonomi, kesehatan, dan pendidikan memang saling berpengaruh, tetapi jika penyelesaian masalah kesehatan harus menunggu masalah ekonomi dan pendidikan selesai(kualitas dan kuantitas pendidikan) mau menunggu sampai kapan?. Sebenarnya pemerintah telah berupaya memberikan pendidikan kesehatan dengan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat lewat kegiatan posyandu, lewat bidan, melalui poster, leaflet,dan berbagai media lainnya. Apakah semua itu sudah efektif?. 

Upaya-upaya tersebut mungkin telah sukses merubah pengetahuan masyarakat dari yang tidak tahu menjadi tahu, masalah selanjutnya adalah akankah masyarakat yang sudah memperoleh pengetahuan tadi mau dan mampu mempraktikan pengetahuan yang didapat?. dalam hal ini perlu diupayakan kemandirian dari masyarakat itu sendiri dalam upaya mencerdaskan masyarakat itu sendiri, peran serta keluarga juga penting untuk memberikan dukungan kepada ibu atau untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat.

Peran wanita yang di jaman sekarangpun telah banyak bergeser, dahulu ketika di jaman Kartini wanita hanya sebagai "konco wingking" (bahasa jawa= teman di belakang) hanya berperan mengurusi anak dan suami tanpa mendapat kesempatan mengenyam pendidikan yang tinggi, memang wajar jika kasus kematian ibu dan bayi tinggi. Lalu bagaimana dengan wanita jaman sekarang yang dapat mengenyam pendidikan  jauh lebih tinggi, kenapa angka kematian ibu dan bayi masih tinggi?. apakah karena belum meratanya pendidikan di kalangan wanita?. Jika memang begitu, sudah semestinya pergerakan wanita Indonesia diarahkan tidak hanya menuntut hak atas kesetaraan gender atau emansipasi wanita saja, tapi harus lebih gencar lagi mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi bagi kaumnya. Para wanita Indonesia yang mendapat kesempatan mengeyam pendidikan tinggi sudah semestinya berbagi dengan wanita yang lain yang kurang beruntung. Pendidikan kesehatan bagi wanita atau para remaja putri terutama merupakan tanggung jawab semua kalangan, terutama bagi kaum wanita. 

Tempo dulu Kartini memperjuangkan pendidikan bagi wanita indonesia, "habis gelap terbitlah terang" sebuah judul buku yang terkenal menggambarkan pemikiran dan perjuangan kartini. Meneladani semangat Kartini yang berjuang demi kemajuan kaumnya yang  saat itu kurang mendapat pendidikan yang layak, maka tugas kaum wanita di jaman moderen ini adalah bagaimana wanita bisa memperjuangkan kaumnya untuk dapat menjaga kesehatan reproduksinya,hidup lebih sehat, dan mampu melahirkan keturunan yang sehat dan berkualitas, serta mengurangi risiko kematian akibat melahirkan melalui pendidikan . Wanita bisa membantu menyebarkan pengetahuan yang dimilikinya kepada sesamanya. sebagaimana perjuangan kartini dulu, maka yang pertama kali harus diperjuangkan adalah bagamana memberikan pengetahuan yang baik kepada wanita tentang kesehatan, diharapkan dengan pengetahuan yang baik akan mempengaruhi perilakunya agar bisa berubah menjadi lebih sehat yang nantinya akan merubah kondisi menjadi lebih sehat. Tidak dapat dipungkiri, walaupun wanita karir sesibuk apapun, peran wanita dalam menjaga kesehatan keluarganya sangat besar. Bisa dibayangkan bila para wanita Indonesia mempunyai pengetahuan yang baik dalam menjaga kesehatan maka hal ini juga berpengaruh pada kesehatan  keluarganya. Pendidikan kesehatan bagi wanita penting diusahakan, baik itu dari pemerintah maupun non-pemerintah. Kemandirian masyarakat terutama kaum wanita sangat penting dalam upaya mewujudkan wanita yang berpengetahuan kesehatan yang baik demi menciptakan keluarga yang sehat.



Kamis, 15 Maret 2012

Karena Aku Cinta


karena aku cinta....
cinta motivasi terbesar dalam kehidupan....
cintailah apa yang anda miliki...
cintailah aktivitasmu..
cintailah pekerjaanmu..
fokuslah pada hal-hal yang anda miliki..
maka bekerjalah dengan cinta
maka berjuanglah dengan cinta
bekerjalah bukan karena uang...
karna uang hanya akan menjerumuskan dalam lubang ketamakan(KKN dan semacamnya)
dengan cinta kan menghadirkan keikhlasan
dengan cinta kan menghadirkan passion
teruskan meningkatkan kualitas diri...
jangan pernah takut bermimpi....
karna mimpi itu gratis..
tidak perlu membayar sepeserpun!...
kenapa mesti takut?
tidak akan ada orang yg meminta bayaran karna anda bermimpi...
semua orang bisa bermimpi!
maka bermimpilah...
bermimpilah setinggi-tingginya...
Allah kan mengabulkan doa hamba-hamba- Nya....cepat atau lambat
jika mimpimu hanya 3 maka Allah akan mengabulkan 3
jika mimpimu 10 maka akan di kabulkan 10
Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya
sinkronkan antara pikiran,hati ,doa dan usaha anda
jangan pernah takut  memvisualisasikannya...
jangan ragu tuk menghadirkannya dalam kehidupan nyata....
jangan melemahkan diri dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada....
ubah paradigma berfikir....
bisa dan yakin bisa..
jika anda tidak yakin doa anda akan menjadi nyata..
bagaimana mungkin Allah akan yakin akan mengabulkan doamu
maka yakinlah...
syukur, sabar dan ikhlas...
tetap optimis....
gapai mimpimu dengan cinta...
karena aku cinta...
semangat takkan padam tuk melangkahkan kaki ini menjalani perjalanan menuju tempat imipian...
karena aku cinta
langkah ini kan terasa ringan dan bahagia...
get passion....get spirit...
the power of love...
love because Allah
i have a dream.....
you have a dream
semangatlah wujudkan mimpi
demikianlah aku menulisnya dengan cinta 

Kamis, 05 Januari 2012

Kesuksesan Hidup yang Ingin Ku Raih


Attention! for everyone who reads my goal is obliged to help me make it happen by praying hopefully it can be realized, thanks :)
Perhatian! bagi setiap orang yang membaca cita-cita saya ini wajib membantu saya mewujudkannya dengan cara mendoakan semoga hal tersebut bisa terwujud, terima kasih  :)


  
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk, kesia-siaan dan siksa neraka. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, saya coba meluruskan niat dan memperbaiki ikhtiar saya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Setelah melalui proses yang panjang hingga kini saya berumur 21 tahunan(tidak tahu akan hidup di dunia sampai kapan), akhirnya saya tergerak untuk menuliskan cita-cita saya, tulisan ini tentang berbagai kesuksesan yang ingin saya raih dalam hidup. Sebagai seorang muslimah (wanita muslim) tentu saja saya menginginkan kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Kehidupan di dunia ini sifatnya hanya sementara, kehidupan dunia adalah perjalanan kita menuju kehidupan akhirat yang kekal, untuk itu perlu sekiranya perjalanan ini menjadi suatu hal yang bermanfaat, tertata, dan terencana (saya sedang belajar dan berusaha memperbaiki diri). sebelumnya saya tidak pernah memberitahukan kepada siapapun tentang apa yang saya inginkan, apa yang saya cita-citakan atau apa yang saya mimpikan. Banyak orang atau banyak hal yang telah menginspirasi saya seperti kisah pembuat jejak Danang AP, atau Proposal Hidup bapak Jamil Azzaini, dan masih banyak yang lainnya seperti seminar, pelatihan, dan diskusi-diskusi yang pernah saya ikuti. Dari berbagai inspirasi itulah saya menghimpun keberanian untuk menulis artikel yang saya beri judul "Kesuksesan Hidup yang Ingin Ku Raih", tulisan ini hanya berisi hal-hal yang ingin saya wujudkan saja, untuk masalah milestones dan time line tidak saya bahas lebih lanjut. Berikut rincian dari kesuksesan hidup yang ingin ku raih:

Visi  : saya ingin menjadi orang yang sehat dan menyehatkan
(sehat fisik, mental, spiritual, sosial dan ekonomi)

Misi
  1. lulus dengan IPK Cumlaude, TOEFEL lebih dari 520, dapat Beasiswa S2 dan S3
  2. ingin jadi dosen
  3. author buku best seller
  4. konsultan kesehatan
  5. CDF(Community Development Facilitators)
  6. ahli tanaman herbal
  7. menjadi pengusaha sukses seperti bunda Khadijah ;Owner perusahaan penerbit buku terbaik di dunia, Owner Restoran Sehat Internasional, Owner RSII (Rumah Sehat Islam Internasional) tidak mau menggunakan nama/ istilah "Rumah Sakit", memperkerjakan lebih dari 500.000 tenaga kerja asli Indonesia
  8. founder Perguruan Tinggi/ Institut Kesehatan Islam Terbaik dunia (yang bisa mengembangkan ilmu kesehatan/kedokteran islam)
  9. founder Pusat Kajian Ilmu Perilaku Indonesia (PKIPI)
  10. membangun 33 perpustakaan besar dan lengkap koleksinya untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia, GRATIS!
  11. mempunyai minimal 10 Desa Binaan sebagai upaya partisipasi menyejahterakan masyarakat terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi
  12. bebas dari hutang, riba, dan KKN
  13. naik Haji dan memberangkatkan kedua orang tua naik haji
  14. menjadi penghapal Al Quran
  15. mempunyai keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah
  16. menjadi istri yang solihah dan menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya, bersama suami menciptakan generasi penerus bangsa yang islami, melahirkan putra-putri yang solih/solihah penghapal Al Quran (misi yang paling utama) :)
demikian visi dan misi ini saya buat, sambil menghela napas panjang...... saya merasakan beban yang berat untuk mewujudkan mimpi saya diatas.....saya bukan siapa-siapa dan saya harus memulai segala sesuatunya dari nol!. biarkanlah saya bermimpi, karna  bermimpi itu GRATIS!, dan saya harus membayar dengan usaha keras agar saya dapat meraih apa yang saya mimpikan. Visi dan misi saya ini bersifat tentatif, artinya  masih bisa saya revisi lagi seiring dengan berjalannya waktu. semoga Allah SWT mengabulkan harapan dan do'a ini, semoga apa yang saya tulis ini terwujud dan diberkahi oleh Allah SWT (mohon do'anya ya teman2) , dan saya meyadari bahwa seindah apapun rencana yang saya buat, akan jauh lebih indah rencana yang telah Allah persiapkan untuk saya. Hmm.... luruskan niat, semoga segala upaya tidak menjadi sesuatu yang sia-sia, melainkan menjadi tabungan pahala untuk masa depan di akhirat. aamiin

subhanalloh wa bihamdihi, laa ilaaha illallooh, wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa 'alaa kulli syai'in qodir.laa hawla wallaa quwwata illa billaah.allohumma a'inni 'alaa zikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatika. laa yukallifuloohu nafsan illaus'ahaa, lahaa maa kasabat wa 'alaiha maktasabat, robbanaa laa tuaakhidnaa in nasiinaa au akhtha'naa, robbanaa walaa tahmil'alainaa ishran kamaa hamaltahuu 'alalladzi min qablinaa. robbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lana bih, wa'fu annaa waghfir lannaa warhamnaa, anta maulaanaafanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin. robbanaa atmim lanaa nuuronaa waghfir lanna, innaka 'alaa kulli syai'in qodir. Alloohumma innii a'uuzubika minal 'ajzi wal kasali, wal jubni wal bukhli, wal harami wa 'azaabil qobri. Alloohumma aatii nafsii taqwaahaa wa zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa mawlaahaa. Alloohumma inni a'uuzubika min 'ilmin laa yanfa',wa min qolbin laa yakhsya', wa min nafsin laa tasyba' wa min da'watin laa yustajaab. Robbi zidnii 'illman. Alloohumma inni as'aluka al hudaa wat tuqoo wal afaaf wal ghinaa. Allohummakfini bihalaalika 'an haroomika wa aghninii bifadhlika 'amman siwaka.Robbi awzi'nii 'an asykura ni'matakal latii'an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shoolihan tardhoohu, wa ashlih lii fii zurriyyatii, inni tubtu ilaika wa inni minal muslimin.
aamiin ya Robbal'alamin
:)

sunflower, semangat mencerahkan!
semarang, Jumat 6 Januari 2012
Indah Kurniasari


Kamis, 03 November 2011

Warna Kehidupan

Sekilas kita hanya melihat satu warna yang nampak putih dan terang Warna putih itu sendiri terdiri dari beraneka warna Merah jingga kuning hijau biru nila unggu Pancaran warna warni kehidupan itu pun terpancar dari segala yang tampak dalam pandangan mata ini Hijau menyejukkan Biru meneduhkan Merah yang begitu berani Jingga yang begitu semangat Kuning si ceria Nila nan cantik Atau unggu yang anggun Semua warna berpadu padan membentuk senandung harmoni Lihatlah warna bunga yang menawan sungguh mahakarya Sang disainer terbaik Komposisi lagu alam dari Komposer terbaik Ukiran kayu dari Pengukir terhebat Bumi dengan komposisi, akurasi dan presisi terbaik Sungguh karunia terbaik dari Yang Terbaik Sebagaimana seorang manusia Yang telah diciptakan-Nya dalam kondisi yang terbaik Yang diciptakan-Nya berwarna-warni Yang dibekali-Nya dengan kelebihan dan kekurangan Kekurangan adalah kelebihan itu sendiri Dan kelebihan adalah kekurangan itu sendiri Kekurangan akan menjadi kelebihan sebagaimana brotowali yang pahit ditelan tapi berkhasiat mengusir hama Dan kelebihan akan menjadi kekurangan bila pasokan air waduk meluap hingga merendam pemukiman Tidakkah kita yakin bahwa apa yang ada telah berada pada komposisi terbaiknya Tidakkah kita percaya bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan Sang Pencipta telah menciptakan hardware, software dan brainware kita dengan begitu serasi,selaras dan seimbang Semua telah terukur Dia tidak akan pernah salah mencipta Dia tidak akan pernah keliru menghitung Dia tidak Maha Adil Dan tidaklah Ia menguji seorang hamba di luar batas kapasitasnya Dia telah menentukan rizki hamba-Nya sesuai dengan kebutuhannya Semua efektif dan efisien Yakinlah siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil Yakinlah siapa yang bersyukur akan mendapat kesabaran Dan kesabaran akan mendatangkan kekuatan Kekuatan yang sanggup merobohkan dinding-dinding penghalang kesuksesan Keikhlasan akan menjadi energi terbesar di seluruh jagad raya Ikhlas hanya mengharap Ridhonya Bila hati nampak begitu kelam hingga tak nampak darinya warna warni alam Bersihkanlah ia dengan air pertaubatan Cerahkanlah wajahnya dengan senyum keikhlasan Rona indah penuh cahaya-Nya

Indah Kurniasari