Thank You

Thank You For Your Visit ^_^

Kamis, 11 Agustus 2016

Gemuruh

Sebuah puisi
Indah K

Gemuruh


Suara itu menyelinap dalam gelap sela hati empedu usus
Kau dengar?
Senyap.....
Tidak kau dengar?
Senyap....
Aku mendengarnya begitu jelas

Ya...jelas kau tak mendengar
Suara itu tak mampu diradar telinga
Suara itu tertangkap hati putih

Hati mendengar suara gemuruh
Nada-nada beradu antara partikel kecil yang geraknya tak mampu kau lihat

Dalam redup kelopak mata menutup
Air mata jatuh tak tersangka
Air berserak mengairi helai rambut kusut tubuh itu
Seolah ia tahu bahwa hati pemiliknya sedang terluka
Gemuruh tak terdengar tapi terasa olehnya

Kau merasakannya?

Kamis, 14 April 2016

Aku dan Muslimah Tiongkok



Langkahku semakin cepat, berlari mengejar pesawat yang akan membawaku pergi.

Keterlambatan pesawat pertama karna alasan tertentu memaksaku berlari cepat menuju terminal lanjutan tanpa mempedulikan heels 3 cm yang ku pakai yang ada di otakku saat itu hanya lari..lari...dan lari (beruntung gak cedera). Akhirnya aku berhasil check in 30 menit sebelum pesawat berangkat… Alhamdulillah masih terkejar. Aku  melihat sekeliling mencari bangku tunggu yang masih kosong tuk sekedar menyandarkan tas-tasku dan meluruskan kaki yang telah sangat letih. Haaaah lega….sambil kipas-kipas dengan tangan aku lihat disekitar tempat ku duduk...berbagai penumpang dari berbagai negara bersliweran berombongan…rame ya….entah mau pergi kemana dan dari mana.

Pandanganku langsung tertuju pada seorang muslimah bergamis hitam berkhimar hitam lebar dan bercadar hitam bersama seorang laki-laki paruh baya berjenggot putih yang ku duga adalah suaminya…tampilan mereka memang paling mencolok diantara kerumunan orang saat itu…Masya Allah…ghuroba!. Kalau liat dari wajah suaminya sih kayaknya orang timur tengah sono. Si bapak nampak melihat-lihat kursi lalu mempersilakan istrinya duduk di bangku pilihannya yang sekitarnya adalah penumpang wanita…. Sementara beliaunya memilih berdiri karena tidak kebagian tempat duduk wah sweet banget yak … berasa jadi pengawal pribadi gitu :D

Sudahlah.. ku coba berganti pandangan… tiba-tiba ada sepasang mbak dan mas (pasangan muda) menempati bangku depan saya…alamak serasi sekali ya mereka…seneng ya kalo bisa pergi kemana-mana bareng….sama persis kayak aku dan ransel kesayangan  yang always menemani kemanapun pergi :D

Entah hari ini itu kenapa ya…benar-benar nyebelin..….. fuih…udah habis lari-lari ngos-ngosan rehat bentar udah nemu situasi-situasi yang bikin baper….eh laper ding… huaaa… gak apa lah… Allah Maha Baik kok …Allah sebaik-baik penjaga :)

Dari kejauhan saya melihat seorang ibu berjilbab putih bersama suaminya (dugaan ku) yang nampak bingung mencari kursi tunggu, akhirnya saya menggeser ranselku agar beliau bisa duduk disebelahku. Ibu itu melihat gerakku lalu berjalan menuju ke arahku dan duduk bersebelahan denganku. Kamipun berbalas senyum, beliau lalu memulai percakapan dengan bertanya “what time is it?”….

(dalam hati..waduh ngajak ngobrol pake English nih...bismillah moga grammar-ku gak diketawain yak..hihi…moga lidahku gak salah bicara kali ini)

Aku melihat jam dan menjawabnya..lalu gantian aku bertanya..”hmm..where do you come from?”
“I from China…” jawabnya singkat (entah  aku gak paham kenapa beliau masih menyebut dengan istilah China daripada menggunakan istilah Tiongkok)

Waaaaaw….berasa kayak syuting film “Assalamu’alaikum Beijing” aja aku jadinya…hahahaha. Aku suka banget ama film itu :) .Wah kesempatan bagus nih buat nanya-nanya tentang Islam disana….keren ih ibunya udah berhijab..cantik….but she look like muslimah from Indonesia…putih sipit dan cantik…asia bangetlah.

Obrolan kamipun berlanjut..dan ibunya jadi yang malah banyak bertanya ma aku (walah kok malah kebalik…padahal tadinya aku yang mau nanya-nanya..tapi ya udah lah….yah walau risikonya pihak yang ditanya bakal harus mengeluarkan kata-kata penjelasan lebih banyak daripada yang nanya..wah..gawat nih...kamus mana kamus….help ) :D

Ibu itu bertanya dengan ekspresi penuh keheranan yang kalo dalam bahasa kita kira-kira gini terjemahannya “apa kamu pergi hanya sendirian? dengan barang-barang sebanyak itu?”
ku liat mata sipitnya agak melebar.

(aku binggung dan lebih heran daripada beliau…hemm… dalam hati aku bertanya....emang kenapa kalo aku pergi sendirian dan membawa barang sebanyak itu emangnya aneh banget yak???)

akupun tersenyum dan bilang “yes,…right”.
(Njeh bu leres….soale aku wes binggung arep ngomong opo meneh)
(dalam hati aku mulai merasa tidak tenang….sepertinya…sepertinya ada kesalahan yang telah ku lakukan…salah ya?). aku gak berani menatap wajah ibu itu yang masih menatapku keheranan…. Atau bahasa jawanya “aku isin” ^^'

Sejenak hening….

“Emm….anda pergi dengan suami anda?”aku coba untuk menatapnya kembali

“iya….entah tadi dia pergi kemana…katanya mau lihat-lihat sebentar. Kami pergi karna ada urusan bisnis”

Suasana jadi lebih cair….obrolan kamipun mulai nyambung satu sama lain…mulai ketawa ketiwi bareng…walau dengan bahasa inggrisku yang pas-pasan kami bisa saling berkomunikasi dengan baik.alhamdulillah….

Tapi obrolan kamipun jadi berubah lebih serius lagi….
Beliau bertanya “ apakah di Negara anda (Indonesia) para muslimah bekerja setelah menikah?”
ku jawab “ iya mereka bekerja, tetapi ada juga yang tidak bekerja dan lebih memilih mengurusi anak dan keluarganya, Bagaimana dengan di China?”
“ya…sama seperti itu”

(masya Allah ini untuk kesekian kali aku dapat pertanyaan soal ginian….after married be a worker or not?..kali ini ibu itu nanyanya umum si bukan tentang rencana saya dimasa depan :)  iya…masa depan bersama dia yang masih “in syaa Allah”)

Tak lama kemudian terdengar panggilan penumpang, dan ternyata kami satu pesawat….ibu itu duduk  dideretan kursi di samping ku..ealah…sepertinya aku emang berjodoh dengan ibu ini….hehehe…. Nampak si suami membereskan seat belt si istri memastikan bahwa kursi itu aman untuk istrinya duduk….setelah semuanya duduk saya kembali menyapa ibu tersebut dan juga suaminya…bapak itu membalas dengan senyuman sangat ramah..sepertinya ibu itu sudah bercerita jika tadi kami telah ngobrol banyak.

Setelah memastikan hp ku sudah turn off…entah kenapa perasaan aku masih tidak tenang.
Sebenarnya aku sadar bahwa ada kesalahan yang ku lakukan…. bukan soal berani atau tidak pergi jauh sendiri…bukan soal kuat atau tidak saya membawa tas-tas berat…bukan!…..aku memang berani..aku sanggup membawa aneka macam barang sendiri….hanya saja aku tak sanggup melindungi diri sendiri dari ancaman panasnya neraka karena kepergianku tanpa”…...”

Aku pernah mendengar bahwa sebaik-baik wanita muslimah yang berpergian adalah bersama mahrom nya…dan tidak tidak ada ulama yang berbeda pandangan soal ini (seingetku sih… maaf kalau penyebutannya masih kurang pas)

hemm...aku telah pergi dari rumahku sejak awal kuliah S1 dulu……sejak saat itu memang jadi kemana-mana pergi sendiri dan aku memikul tanggung jawab penuh atas keselamatan diriku sendiri. Beda jauh jika dirumah…kalau di rumah mah kemana-mana biasanya kalau tidak diantar jemput bapak ya diantar jemput mas :) .tapi selama merantau kuliah kemana-mana ya sendirilah…..kadang ya rame-rame sama teman…tapi pada suatu kondisi misal jadi delegasi organisasi/kampus yang mesti pergi sendiri. Pernah juga dulu ibu marah besar karna aku pergi dengan jarak cukup jauh sendiri untuk ikut suatu pelatihan. Walau tengah merantaupun soal ijin perijinan pergi ke orangtua masih suatu hal yang perlu “diperjuangkan” ijinnya. Harus jelas kemana,untuk urusan apa, penting banget apa enggak, sama siapa, berapa lama, naik apa dan memberi kabar kalau sudah selesai,dsb..dst... 

Walaupun aku percaya bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung dan penjaga…walaupun dzikir selalu menemani waktu-waktu perjalananku…walau diri selalu dalam kewaspadaan optimal sanggup melek siap siaga 24 jam itu saja tidak cukup!….tetap saja harus menyertakan mahromku dalam perjalanan panjangku (harusnya!!! Kudune yo koyo ngono..tapi yo piye meneh ^^’ semestinya sih kayak gitu...tapi ya….gimana….hmm….semoga…..semoga hal beginian ini segera ketemu solusinya).

Robbanaa dholamnaa anfusanaa wa’ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khoosiriin.
Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
(Q.S.7:23)




Kamis, 07 April 2016

Tips Ajari Anak Memilih Makanan Halal

You are what you eat. anda adalah apa yang anda makan. 

Ke-halal-an makanan dan minuman yang kita konsumsi di dalam ajaran Islam berpengaruh terhadap kebarokahan hidup seseorang, apa yang masuk ke dalam sistem pencernaan akan mengalir ke dalam aliran darah. Makanan dan minuman yang halal untuk anak berdampak pada perilaku anak. Bila yang dimakan halal lagi baik anakpun tumbuh sehat, cerdas dan cenderung memperlihatkan akhlak yang baik.
Mengajarkan atau mengenalkan anak makanan yang halal haram hendaknya diberikan sejak dini, tentu dengan cara yang disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak. Ada beberapa cara yang anda bisa lakukan untuk mengajari anak mengenal makanan halal atau haram, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Berikan pengetahuan pada anak tentang apa itu makanan halal dan apa itu makanan haram beserta contohnya.  Sampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak. Anda dapat membacakan buku/ buku cerita, ayat Al Quran dan Hadist kepada mereka dan juga anda bisa men-download gambar-gambar di internet untuk menunjukkan contoh mana yang haram dan halal. Berikanlah pemahaman yang baik kepada anak mengapa sebagai muslim kita harus memilih yang halal dan menjauhi yang haram. 
  • Coba ajak anak anda pergi berbelanja misal ke minimarket, lalu praktikkan bagaimana anda memilih makanan. Anda dapat memberitahukan anak untuk melihat ada tidaknya label halal pada bungkus makanan dan juga batas kadarluarsa dari produk tersebut. Setelah itu, ajak anak untuk melihat  daftar komposisi yang tertera. Anda dapat mencontohkan langsung produk mana yang jelas halal dan haram di tempat anda belanja. Cara ini akan lebih mudah dipahami anak dan akan mudah diingat.
  • Belajar sambil bermain, untuk cara ketiga ini ayah bunda perlu lebih kreatif dalam memanfaatkan apa yang ada dirumah. Contoh sederhananya begini, anda dapat menggunakan 2 lembar Koran, satu Koran letakkan disebelah kanan lalu berikan tulisan halal diatasnya, Koran satunya lagi letakkan disebelah kiri lalu berikan tulisan haram. Langkah selanjutnya anda dapat menggunting gambar-gambar contoh makanan haram dan halal. Cara memainkannya pertama anda letakkan gambar makanan halal di sebelah kanan dan haram di sebelah kiri , lalu ajak anak anda melihat dan mencermati letak gambar-gambar tersebut. Setelah selesai memperhatikan gambar lalu anda ambil semua gambar lalu letakkan pada satu kotak/piring/mangkok yang ada di rumah. Selanjutnya minta anak anda untuk memilih dan meletakkan gambar makanan sesuai klasifikasi, gambar makanan halal diletakkan di kanan dan makanan haram di kiri seperti semula. Anda dapat memberi hadiah jika anak anda berhasil memilah dengan benar. Cara belajar sambil bermain seperti ini selain mudah dipahami, akan lebih mudah diingat dan menyenangkan bagi buah hati. 
 Semoga Bermanfaat

Senin, 04 Januari 2016

Pilih Yakin atau Ragu?


Pilih yakin atau ragu? apakah kedua hal itu adalah sebuah pilihan?
atau kedua itu hanya dua keadaan yang pasti dilalui semua orang ketika menghadapi pilihan?

yakin itu tiada keraguan
ragu itu tidak yakin
apakah sesederhana itu perbedaanya?

bila yakin dan ragu dimaknai sebagai suatu keadaan yang dirasakan batin dan berada pada pusaran logika otak, maka yang mempengaruhi pilihan seseorang diantaranya adalah pengetahuan dalam faktor internalnya selain dari pengaruh pendapat atau tekanan dari luar individu.

let me go..........
once upon a time, you will know that your decission in your past bring you consequenses
don't postpone to take decission
if you take it you will get consequenses
if you leave it you will get consequenses too

Life is an art of belief...

Bagaimana agar yakin? tiada yang paling baik menghilangkan keraguan selain ilmu, hanya dengan ilmu keraguan berubah jadi yakin. ilmu atau pengetahuan tentang apa yang akan dipilih, memang kita tak bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi pengalaman dari orang lain bisa jadi sumber informasi bagi kita untuk menentukan pilihan and the last listen to your deep hearth :)


poin yang mesti kita pahami adalah "konsekuensi" apa saja yang dapat terjadi, buat daftar lalu pertimbangkan mana yang konsekuensi negatifnya paling sedikit.

setelah mempertimbangkan hal tersebut, ada satu hal penting yang tak boleh terlupakan yaitu "kekuatan doa", berdoalah kepada Allah agar diberikan petunjuk, bagi yang muslim bisa dengan melakukan sholat istikharah. Berdoalah memohon kepada Allah agar diberi petunjuk pilihan yang terbaik. Petunjuk dari Allah bisa beragam bentuknya, bisa lewat mimpi, dipertemukan dengan seseorang yang memberikan kita "pelajaran", dipermudah urusannya, dan lainnya. Akan tetapi kita memang harus lebih "peka" dengan beragam petunjuk yang datang.

Bagaimana agar kita bisa "peka" dengan petunjuk yang datang? sumbernya ada di hati dan pikiran kita, bersihkan hati dan pikiran kita, bersihkan dengan memperbanyak dzikrullah...memohon ampun kepada Allah.

selamat memilih :)

pilih bahagia atau sedih?
pilih pergi atau tinggal?
pilih dia atau dia?
semua pilihan ada ditanganmu sendiri :)

Ahlan Wa Sahlan January

Every January has a lot of  new dream
is not it?


Selamat datang Januari....
Bulan pertama yang penuh semangat, entah semangat menyelesaikan kerjaan tahun lalu yang belum kelar ataupun semangat mengerjakan hal-hal baru yang sudah direncanakan.

Setiap awal tahun banyak orang yang kemudian membuat resolusi di tahun baru.
Tahun 2016 saya memilih tidak membuat resolusi baru, why?
karena resolusi tahun lalu belum dapat terealisasikan :)

Hikmah yang dapat saya pelajari adalah, jika kita membuat sebuah resolusi jangan lupa memperhitungkan kemungkinan waktu yang diperlukan untuk merealisasikannya. okay ngak apa-apa resolusi tahun lalu belum kelar.
untuk selanjutnya sih hanya tinggal merubah strategi pencapaian saja...okay you have the big job girl!

Ngomong-ngomong soal merubah strategi sebenernya juga berarti merubah pola pikir, merubah ide...
kalau ide tipe A ngak berhasil ya kita ubah jadi ide tipe B dan seterusnya.
change your "point of view"

Perubahan tindakan (action) biasanya diawali dengan perubahan pikiran (the way of thinking), action on the past must have to evaluation and you can "rearrange" your life. kamu harus jujur pada diri sendiri, kalau memang ada yang salah dari dirimu kamu harus coba untuk perbaiki. Kamu harus jadi orang yang paling kritis terhadap dirimu sendiri, dan itu pekerjaan yang sulit karena seringkali kita menilai diri sendiri secara subjektif, pikiran kita tidak jernih menilai diri sendiri.

Output dari evaluasi diri atau muhasabah diri itu setidaknya membuahkan 4 hal, yaitu pertama grateful ungkapan syukur kepada Allah dan berterimakasihlah pada diri sendiri, hargailah sekecil apapun pencapaian yang kamu raih. Kedua kamu harus menemukan "something wrong" yang akan kamu perbaiki. Ketiga, buat rencana kongkret, tidak perlu banyak penjabaran tapi tulislah poin-poin utamanya saja. Keempat, penjagaan semangat untuk melakukan...the big spirit from yourself not from other.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah "manajemen pikiran", kamu harus pandai mengelola pikiran, memilah mana yang perlu dipikirkan dengan serius, cepat dan tepat dan mana yang perlu dipikirkan dengan santai dan mana hal yang ngak perlu kamu pikirkan sama sekali...that's wasting time... no more!

Apa yang terjadi hari ini adalah hasil dari yang kamu lakukan dimasa lalu, dan apa yang kamu lakukan hari ini akan kamu ambil hasilnya dimasa depan. Hidup itu ibarat kita sedang menanam pohon, saat awal menanam jangan berharap ia akan tumbuh dengan cepat dan simsalabim berbuah lebat dan manis, jangan bermimpi! kamu harus bersabar pada proses yang berjalan bersama waktu, kamu harus merawat tanaman barumu menyiramnya, melihatnya tumbuh perlahan sesenti demi senti, memupuknya, menanti ia berbunga lalu berbuah hingga engkau mendapainya matang dan siap kau panen. It's very long process, right?. yang sabar ya :)









Rabu, 26 Agustus 2015

Berilmu Dulu Baru Menikah

Dedicated to Teman-teman KIPAS Undip :)

Peradaban besar bukan dibangun dari pasir semen kayu dan batu pembentuk gedung-gedung  mewah pencakar langit
Peradaban besar bukan ditandai dengan gaget canggih, pesawat cepat, mobil canggih atau sederet  temuan teknologi lainnya
Peradaban besar itu dibagun dalam sebuah bengkel kecil yang bernama “rumah tangga”
Peradaban besar itu ditandai dengan munculnya generasi penerus yang cerdas salih shalihah yang kokoh keimanan dan jiwanya.
(Indah Kurniasari,2015)

Menikah adalah dambaan setiap insan yang ingin meneladani kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Menikah merupakan salah satu sunnah yang utama sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:


“Menikah adalah sunnahku, barangsiapa tidak suka dengan sunnahku, ia  bukan termasuk golonganku. Menikahlah, karena aku akan membanggakan jumlahmu yang banyak di hari akhir nanti.” (HR. Ibnu Majah dari Aisyah r.a.)

Wahai pemuda, barangsiapa telah mampu diantara kalian hendaknya melaksanakan pernikahan, karena ia dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan (kehormatan). Barangsiapa tidak mampu hendaklah berpuasa karena ia menjadi benteng perlindungan.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Menikah dan mendidik anak bukan merupakan hal yang mudah, tetapi bukan pula hal yang sulit jika kita mengerti “ilmu” nya. Kapankah kita harus mempersiapkan ilmunya? Cukupkah hanya beberapa hari jelang pernikahan? Atau menunggu setelah memiliki anak dulu baru belajar cara mendidik anak?

Segala sesuatu memerlukan ilmu sebagaimana yang dikatakan Imam Bukhari "al-ilmu qabla 'i-qaul wa 'i-amali", sebelum kita berkata dan berbuat, yang terlebih dahulu harus kita miliki adalah ilmu tentang hal tersebut. Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa yang ingin mendapatkan dunia harus dengan ilmu, dan yang ingin mendapatkan akhiratpun harus dengan ilmu.

Menikah bukan hanya berdimensi dunia saja tetapi juga akhirat, begitulah Islam yang sangat menganjurkan untuk menikah, menikah itu sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Menikah adalah ibadah yang pada pelaksanaanya juga memerlukan ilmu seperti fikih munakahat, psikologi, kesehatan reproduksi dan lainnya.
Persiapkan dirimu menjadi suami/istri yang baik dan calon orangtua yang cemerlang diantara penduduk bumi dan langit. Semoga sakinah mawadah warohmah dan memiliki keturunan yang shalih salihah yang bertauhid dan senantiasa berjuang di jalan dakwah. aamiin.
Salut untuk semua teman-teman KIPAS (Keluarga Islam Pascasarjana) Undip Semarang tahun 2015 yang akan mengadakan seminar pranikah dan parenting islami juga mengadakan kelas parenting islami. Barakallahu...semoga lancar, sukses, dan barokah acaranya. Semoga anggota KIPAS yang sudah menikah ditambah keberkahannya dalam keluarga yang sakinah mawadah warohmah, dan bagi teman-teman KIPAS yang belum dan akan menikah dipermudah dan dipercepat jalan menuju Pernikahan Barokah... Aamiin Ya Robbal 'alamin

:)

link KIPAS http://kipasundip.tumblr.com

Minggu, 12 Juli 2015

Menggantungkan Blencong Harapan

Sebuah Sajak oleh Indah Kurniasari


Seperti menggantung blencong dalam pekat rumah jogjo
Yang sinarnya menyinari kedap kedip mata pembaca kalam cinta - Nya
Kucuran membasahi selasar beratap rumbia
Terhembus laju kencang menyibak wajah penuh debu

Kedua telapak tangan menengadah memohon seberkas nur penuntun jiwa
Hening..............
..........................
..........................
..........................

Mutiara berjatuhan di lantai kayu
Air mata malam berkilau-kilau mencoba meramaikan rindu
Rindu pada  belaian Yang Maha Rahman
Yang memberi kasih & sayang pada hamba yang selalu mengiba
Rindu pada belaian Sang Pemilik Cahaya
Yang cahayanya berada diatas cahaya

Blencong yang ku gantungkan hanyalah sebuah titik kecil cahaya
Yang ku coba gantungkan agarku mampu membaca petunjuk-Nya
Iqra'.....
Iqra'.....
Iqra'....

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu!

Setitik cahaya blencong yang menuntunku memahami kalam-Mu
Setitik cahaya blencong yang jadi harapanku menemukan  cahaya-Mu


26 Ramadhan 1436 H
13 Juli 2015





Sabtu, 25 April 2015

Sejahtera Lahir dan Batin


kata sejahtera tidaklah asing kita dengar, banyak orang yang sering menggunakan kata ini terlebih membubuhkannya dalam visi, misi, maupun tujuan yang ingin dicapai individu maupun kelompok.

apa itu sejahtera?

se.jah.te.ra
merupakan adjektiva bermakna aman sentosa dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan). (kamusbesar.com)

Sejahtera adalah suatu kondisi yang membuat seseorang merasa nyaman, ukuran kenyamanan orang yang satu dengan yang lain bisa saja berbeda. Akan tetapi apa yang secara umum menjadikan seseorang nyaman maka bisa juga menjadikan orang yang lain nyaman.

Sesuatu yang dapat membuat nyaman bisa berasal dari hal yang abstrak dan tampak. Hal yang abstrak seperti rasa syukur, perasaan puas, dan sebagainya. Hal yang tampak misalnya  tercukupi segala kebutuhan hidup.

Sejahtera lahir adalah bagian dari sejahtera yang tampak, sedangkan sejahtera adalah bagian yang tak tampak tetapi bisa dirasakan. Sejahtera lahir bisa kita peroleh bila seseorang mendapatkan kebutuhan hidup. Sejahtera batin merupakan pelengkap bagi sejahtera batin.

Seseorang bisa saja telah memperoleh kesejahteraan lahir tetapi bukan merupakan jaminan ia pasti memperoleh kesejahteraan batin. Mengapa?, sifat manusia yang tidak pernah puas menjadi alasan akan hal ini. Sehingga untuk memperoleh sejahtera yang lengkap seseorang perlu menjadikan rasa syukur sebagai penyeimbang.

Apapun yang kita dapat, berapapun yang kita peroleh jika disertai rasa syukur yang mendalam akan mampu melengkapi bagian dari kebutuhan hidup kita yang belum lengkap. Bukan hanya sejahtera lahir tapi juga sejahtera batin.
 

 :)





Rabu, 11 Maret 2015

Sajak "i"

Menyapa rerumputan teki
Seolah menyimpan teka-teki
Semut berjejeran meyentuh kaki
Menghentak, membangunkan nurani

Pagi menyapa diri
Kokokan jantan menggungah nurani
Kokoh ia mencengkram bumi
Tak bersandar pada kayu mahoni

Diri menyapa pagi
Menyentuh indah bunga melati
Lembut embun membelai
Takkan hilang cinta di hati

Rerumputan diantara melati
Berdesakan melihat mentari
Kupu-kupu datang menari-nari
Saat kau juga melangkah pergi









Sajak "Ku Sebut Itu Rindu"

langkah kaki melihat indahnya bintang
malam berselimut dingin
hirup udara yang menghembus dengan perlahan

ah.....udara ini, udara yang sama
udara dimana aku berdiri meneropong langit
rasanya sama seperti malam-malam jelang bulan nan suci

ah......udara ini, masih udara yang sama
udara dimana aku merasakan dia kan datang
rasanya sama seperti ini

angin yang menyapa wajahku
berbisik-berbisik menyampaikan berita
ya....benar
kau benar
inilah udara yang sama
sama seperti yang kau rasakan saat kau berdiri di hamparan rerumputan di malam itu
udara yang sama saat kau berdiri di samping surau
udara yang sama saat kau berdiri di halaman belakang
udara yang sama saat kau berkendara malam dalam sepi
ya!

kau tahu?
ku sebut itu rindu


Selasa, 20 Januari 2015

Rejeki, Jodoh dan Kematian


Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji  bagi Allah yang Maha Pencipta, Dialah yang menciptakan langit bumi dan seluruh jagad raya yang luput dari terbatasnya jarak pandang tatap mata manusia.

Rejeki, jodoh dan kematian

Barangkali sudah terlalu banyak tulisan, ceramah, kajian ilmu yang membahas tentang ketiga hal tersebut. Diri ini mencoba kembali mengingat, merenung, dan "mencerna" makna dibalik makna. Makna yang diketahui, akan tetapi sering terlupa, khilaf diri yang disibukkan dengan segala kesibukan duniawi atau luput karna beragam ujian yang coba mengombang-ambingkan keteguhan iman seseorang. Hati sebagaimana ombak di lautan, terkadang tenang terkadang gusar, sungguh hati itu mudah sekali berubah kondisinya. Hati yang diibaratkan bagaikan bulu unggas yang begitu mudahnya berbalik karna angin. Semoga Allah menetapkan hati kita senantiasa taat dan istiqomah dalam Dien yang diridhoi-Nya. aamiin

Dalam Hadist Arba'in Imam Nawawi yang keempat tentang "penciptaan manusia dan takdirnya" disebutkan:
"Dari Abu Abdurahman Abdullah bin Mas'ud ra., beliau berkata,"Rasulullah SAW. menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, "Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya sebagai setetes mani selama 40 hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat dan ditiupkan ruh kepadanya dan dia diperintahkan untuk menetapkan 4 perkara: rejekinya, ajalnya, amalnya, dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan amalan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka, maka masuklah dia ke neraka. Sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan amalan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan amalan ahli surga, maka masuklah dia ke surga" 
Allah telah menetapkan rejeki (termasuk jodoh didalamnya) dan kematian sejak ditiupkan ruh kedalam jasad manusia. Selain telah ditetapkan, maka manusiapun tak lantas berpaku tangan menunggu apa yang telah ditetapkan baginya. Manusia juga turut andil dalam menentukan takdirnya lewat perilakunya,akhlaknya, amal ibadahnya, do'a-do'a yang terus menerus terucap.

Allah yang Maha Pengampun mengampuni segala dosa dengan taubat nasuha dan memperbaiki kondisinya kearah yang lebih baik. Setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama untuk "kembali" ke kampung surga diakhirat kelak. Hanya saja sudahkah setiap diri memperhatikan usahanya untuk kembali?

Saya ingat dengan apa yang disampaikan ustadzah saya beberapa hari yang lalu, beliau berkata " mengapa hidup di dunia itu sulit?, sulit karena kita tertekan oleh urusan dunia, kita terlena karena disibukkan dengan urusan dunia sehingga kita lupa, kita hidup untuk apa? untuk beribadah kepada Allah, kita hidup di dunia itu diperintahkan untuk taat!".  Ketaatan kita terhadap segala perintah Allah yang akan membuat kita menghadapi hidup dengan tenang dan bahagia, karena kita yakin bahwa SEGALA SESUATU ADALAH DARI ALLAH, MAKA KEMBALIKAN SEMUANYA PADA ALLAH TUGAS KITA ADALAH TAAT. 

Kita hidup, kita tumbuh dan berkembang karena Allah yang membuatnya menjadi hidup, tumbuh, dan berkembang. Kita mendapatkan ujian hidup, kesulitan, kekurangan harta, sakit dan lain sebagainya semuanya adalah kasih sayang Allah agar kita mau kembali menempuh jalan ketaatan. Kita hidup lalu mati itu semua adalah kuasa Allah, nyawa kita...berada dalam genggaman-Nya.

"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bersabar" Q.S. Al Baqoroh 153
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar; yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan " inna lillahi wa innaa ilaihi roojiun" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali); mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." Q.S. Al Baqoroh  155-156
 "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman bersama mereka, "kapankah datang pertolongan Allah?, ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat". Q.S. Al Baqoroh 214
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. mereka berdo'a "Ya Tuhan kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir" Q.S. Al Baqoroh 286
Segala ujian telah terukur, dan tidak ada kejadian yang menimpa setiap diri melainkan ada hikmah dibaliknya. Sahabat,sungguh yang perlu kita khawatirkan bukanlah apa yang dapat saya makan besok, yang perlu kita khawatirkan bukanlah dapatkah kita mencapai target karir kita, yang perlu kita khawatirkan bukanlah kapan kita bertemu dengan jodoh. Akan tetapi, hal utama yang perlu kita khawatirkan adalah sudahkah kita menyiapkan diri mnghadapi kematian?. tidaklah seseorang meninggal melainkan telah diselesaikan pemberian "jatah" rejekinya. Ketika jatah rejeki yang tertulis telah selesai diberikan maka sudah saatnya tiba malaikat menjemput nyawa kita. Sekali lagi bahwa yang perlu kita khawatirkan adalah sudahkah kita menyiapkan diri? jangan sampai sibuk mengejar dunia hingga kita lupa bahwa "setiap yang bernyawa akan merasakan mati".

Semoga Allah mengampuni dosa kita dan meneguhkan hati kita agar selalu dalam keimanan, ketaatan dan meninggal dalam keadaan muslim, dalam menjalankan ibadah, dicatat meninggal dalam menunaikan ketaatan kepada Allah. Sehingga jikalau saat ini kita masih banyak melakukan dosa  dengan pertolongan Allah dengan petunjuk Allah dipanggil saat kondisi iman dan ketaatan terbaik kita. Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbii 'alaa diinika wa 'alaa thoo'atik, Ya Allah yang Maha membolak-balikan hati tetapkanlah hati ku dalam dien-Mu dan ketaatan kepada-Mu.*aamiin
*HR. Ahmad 24938 

Mari berusaha mempersiapkan diri untuk "panggilan tak terduga" dengan sebaik-baik ikhtiar dan do'a sebagaimana do'a Nabi Yusuf AS, "Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian ta'bir mimpi. Ya Tuhan Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan diakhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang sholeh"(Q.S. Yusuf 101) aamiin

"Dan diantara mereka ada orang yang berdo'a, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka"; mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat hitungannya" Q.S. Al Baqoroh 201-202
aamiin Ya Robbal 'alamin

Allahu'alam bi showab
NTMS, Note to My Self
Semarang, 21 Januari 2015
Indah Kurniasari

 "Allah menganugerahkan al-hikmah (pemahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan as-Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. dan barangsiapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat"Q.S. Al Baqoroh 269

"Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam kitab (Al Quran), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat; kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan  dan menerangkan kebenaran, mereka itulah yang Aku terima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang" Q.S. Al Baqoroh 159-160"



Indah Kurniasari